Pada 1-3 Oktober 2018 telah diselenggarakan Training Field Coaches Program Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia di Hotel Mercure Sabang, Jakarta (10/3). Training Field Coaches (TFC) tersebut merupakan rangkaian dari Making Indonesia 4.0 yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI sebagai pelaksana tugas, serta bekerja sama dengan Kemristek Dikti dan United in Diversity (UID). Peserta TFC berasal dari tiga instansi yaitu LAN, Kemristek Dikti, dan Lemhannas RI.

" />

Pada 1-3 Oktober 2018 telah diselenggarakan Training Field Coaches Program Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia di Hotel Mercure Sabang, Jakarta (10/3). Training Field Coaches (TFC) tersebut merupakan rangkaian dari Making Indonesia 4.0 yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI sebagai pelaksana tugas, serta bekerja sama dengan Kemristek Dikti dan United in Diversity (UID). Peserta TFC berasal dari tiga instansi yaitu LAN, Kemristek Dikti, dan Lemhannas RI.

">

Pada 1-3 Oktober 2018 telah diselenggarakan Training Field Coaches Program Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia di Hotel Mercure Sabang, Jakarta (10/3). Training Field Coaches (TFC) tersebut merupakan rangkaian dari Making Indonesia 4.0 yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI sebagai pelaksana tugas, serta bekerja sama dengan Kemristek Dikti dan United in Diversity (UID). Peserta TFC berasal dari tiga instansi yaitu LAN, Kemristek Dikti, dan Lemhannas RI.

">

Training Field Coaches Program Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia

Berita & Artikel Rabu, 3 Oktober 2018, 07:19

Frans, salah satu pemateri dari UID menjelaskan bahwa fokus kegiatan pada Oktober 2018 ini adalah memberikan pemahaman yang mendalam mengenai Theory U dan System Thinking untuk meningkatkan kapasitas pemimpin Indonesia. Diharapkan dengan melatih para trainer dari tiga lembaga pendidikan pemerintahan yaitu LAN, Kemristek Dikti, dan Lemhannas RI, maka dapat melahirkan trainer yang ke depannya akan memberikan pemahaman yang mendalam kepada peserta didik.

Pada 2019 nanti diharapkan ada pembangunan kapasitas pemimpin Indonesia, serta mulai ada sinergi untuk mencetak pemimpin Indonesia yang paham atas dinamika global, kata Frans melanjutkan. Terdapat tiga materi utama yang diberikan pada 1-3 Oktober 2018 ini, pertama adalah pemahaman mengenai sensing untuk meningkatkan sensitivitas kepemimpinan melalui sistem SPT (social, presence, theater). Kedua, mental model yaitu bagaimana dengan proses Theory U membangun sistem untuk melihat dirinya sendiri dalam lingkungan sosial. Ketiga, program literasi terhadap data, teknologi/digital, dan manusia. (END)


Tag

Berita Lainnya