Gubernur Lemhannas RI Bahas Geopolitik Bersama Ketua Umum PBNU
Berita & Artikel Rabu, 30 Oktober 2024, 06:21
Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Rabu (30/10), dan diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI didampingi oleh Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menerima masukan dari Gus Yahya tentang kebijakan geopolitik. Salah satu yang disampaikan misalnya soal bagaimana Lemhannas bisa memberikan masukan kepada Presiden terkait dengan geopolitik dan bagaimana Indonesia sebagai satu kekuatan besar di dunia memiliki rekam jejak historis, ujar Gubernur Lemhannas RI.
Dalam peran politik global, Gubernur Lemhannas RI mengatakan bahwa hal tersebut bisa direvitalisasi kembali dengan mendorong dan memperkuat peran Indonesia di mata global yang dikenal dengan istilah global south.
Pada kesempatan tersebut, Gus Yahya juga menegaskan tentang humanitarian islam sebagai konsep besar tentang peran agama dalam kontribusi pembangunan kebangsaan Indonesia. Disampaikan oleh Gubernur Lemhannas RI bahwa hal tersebut relevan dengan salah satu tugas Lemhannas RI, yakni memantapkan nilai-nilai kebangsaan berdasarkan empat konsensus dasar bangsa.
Kepada NU Online setelah bertemu Gus Yahya, Gubernur Lemhannas RI mengatakan pada Retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer Magelang Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki sumber daya alam. Dengan sumber daya tersebut, diharapkan bangsa Indonesia bisa mandiri dengan memiliki ketahanan pangan dan ketahanan energi. Sejalan dengan hal tersebut, dikatakan juga oleh Gubernur Lemhannas RI bahwa program hilirisasi menjadi titik tekan Presiden RI Prabowo Subianto yang seharusnya bisa memperkuat upaya-upaya bangsa Indonesia membangun ketahanan energi dan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI juga menyatakan dukungannya pada Program dari Presiden RI Prabowo Subianto, yakni makan siang bergizi. Program tersebut merupakan upaya dari negara untuk memastikan agar sumber daya manusia Indonesia berkualitas. Karena salah satu fondasi dari kuatnya sumber daya manusia adalah keterpenuhan kebutuhan gizi. Dari situlah akan mendorong semakin baiknya kualitas pendidikan, (dan) kesehatan. Hingga harusnya fenomena stunting tidak lagi menjadi problem fundamental bangsa kita, kata Gubernur Lemhannas RI.
Gubernur Lemhannas RI juga menyampaikan terbuka untuk melakukan kolaborasi dengan PBNU, salah satunya adalah menyelenggarakan pendidikan bagi calon pemimpin nasional. Menurut Gubernur Lemhannas RI, NU memiliki banyak kader yang berada di beberapa lembaga pemerintahan, baik TNI, Polri, dan ASN yang dipersiapkan untuk jadi pemimpin-pemimpin. (SP/CHP)


