Gubernur Lemhannas RI Resmi Membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa IKAL-Lemhannas
Berita & Artikel Sabtu, 11 April 2026, 15:00
Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. membuka kegiatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL-Lemhannas) di Ruang Dwi Warna Purwa, Lemhannas RI, pada Sabtu (11/4). Munas tersebut mengangkat tema “Memperteguh Soliditas dan Integritas IKAL-Lemhannas untuk Ikut Serta Mengawal Asta Cita”.
Salah satu agenda pada kegiatan tersebut adalah pemilihan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (Ketum DPP) IKAL-Lemhannas. Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menyambut baik dan menyampaikan apresiasinya kepada Plt. Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas Dr. Ir. Mustafa Abu Bakar, M.Si. atas terselenggaranya acara tersebut.
Perlu diketahui bersama, Munaslub tersebut merupakan agenda organisasi yang sangat strategis yang tidak sekadar memenuhi agenda organisasi. Munaslub IKAL-Lemhannas adalah momentum yang sangat penting dalam rangka melakukan konsolidasi organisasi dan memperkuat soliditas seluruh anggota IKAL-Lemhannas dalam memilih Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas.
Munaslub tersebut juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan munas sebelumnya serta terkait dengan telah selesainya masa bakti Ketua Umum IKAL-Lemhannas periode 2020-2025, yakni Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. Gubernur Lemhannas RI berharap kegiatan tersebut dapat mengembalikan marwah organisasi di tengah perbedaan persepsi yang ada.
“Mari kita jadikan Munas Luar Biasa ini menjadi sarana utama untuk memilih Ketua Umum Ikal selama 5 (lima) tahun ke depan yang mampu membawa organisasi Ikal ke arah yang lebih baik,” kata Gubernur Lemhannas RI. Gubernur Lemhannas RI juga berpesan kepada seluruh peserta munas agar dapat mengikuti acara yang telah ditetapkan dan disepakati dengan penuh kesadaran, kepala dingin, dan kejernihan berpikir.
Saat pertemuan dengan anggota IKAL-Lemhannas sebelumnya, Gubernur Lemhannas RI telah mengingatkan tentang perkembangan geopolitik dunia saat ini yang mempengaruhi seluruh negara termasuk Indonesia. Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bangsa Indonesia dituntut untuk mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) di tengah berbagai dinamika yang terjadi, seperti konflik antar negara, perang dagang (trade war), serta perkembangan lingkungan strategik lainnya, seperti disrupsi teknologi dan perubahan iklim, sebagaimana yang diarahkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto.
Ditegaskan oleh Gubernur Lemhannas RI bangsa Indonesia harus mampu menjaga dan mempertahankan kemandirian bangsa, baik kemandirian di bidang pangan, ekonomi, energi, yang dijalankan oleh sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Peserta IKAL-Lemhannas yang merupakan alumni pendidikan Lemhannas RI adalah kader dan para pemimpin nasional yang telah ditempa di Lemhannas RI. Oleh karena itu, Gubernur Lemhannas RI mengingatkan bahwa alumni Lemhannas RI adalah pemimpin nasional yang diharapkan memiliki karakter negarawan, berintegritas, profesional, berpikir holistik, integral, dan komprehensif, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan di tengah berbagai perbedaan pandangan dan kepentingan yang ada. Lebih lanjut Gubernur Lemhannas RI menekankan para peserta munas harus mampu mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi dan kelompok dalam memilih pengurus IKAL 5 (lima) tahun ke depan.
Menutup sambutannya, Gubernur Lemhannas RI berharap penyelenggaraan Munaslub dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan dapat memilih Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas yang mampu membawa organisasi IKAL-Lemhannas sesuai dengan tujuan berdirinya organisasi ini dan sejalan dengan program almamater serta program pemerintah. Untuk calon yang terpilih, diharapkan mampu merangkul, membangun komunikasi dengan seluruh anggota di tengah perbedaan yang ada dan mampu menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi serta didukung oleh seluruh anggota IKAL-Lemhannas.
“Mari kita jaga nama besar almamater, karena apa pun yang kita lakukan dan hasilkan melalui Munaslub ini, dapat berdampak pada eksistensi Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia,” pungkas Gubernur Lemhannas RI. (SP/CHP)

