Lewat KPPD, Gubernur Lemhannas Tegaskan Asta Cita sebagai Kewajiban Konstitusional Seluruh Jenjang Pemerintahan
16 April 2026Press Release
Nomor : PR/12/IV/2026
Tanggal: 16 April 2026
Magelang – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menegaskan bahwa Asta Cita merupakan tanggung jawab yang tidak hanya diemban oleh pemerintah pusat, melainkan juga oleh seluruh jenjang pemerintahan daerah. Hal tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada peserta KPPD Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akademi Militer (Akmil), Magelang, pada Kamis (16/4).
"Program-program prioritas Bapak Presiden, tentu bukan hanya jadi kewajiban pemerintah pusat, tetapi juga kewajiban kita semua sebagai pemerintah daerah untuk bisa memastikan agar berbagai potensi-potensi yang membuat bangsa kita tidak berintegritas harus kita lawan bersama," ujar Ace.
Sebagai bagian dari sistem kepemimpinan nasional, pemerintah daerah berkewajiban menyelaraskan kebijakan daerahnya dengan kepentingan nasional. Karena itu, pemahaman bersama mengenai Asta Cita menjadi sangat penting, dan kegiatan KPPD ini dipandang sebagai momentum strategis untuk menyatukan persepsi tentang tujuan nasional.
Ace juga menggarisbawahi besarnya peran DPRD dalam merancang legislasi yang berpihak pada pembangunan, memperkuat sumber daya manusia daerah, mengawasi penggunaan APBD, mencegah penyelewengan, serta menjaga stabilitas politik lokal demi mendukung ketahanan nasional dan kemajuan daerah.
"Stabilitas itu menjadi prasyarat penting untuk memastikan agar situasi pemerintahan bisa berjalan secara efektif. Karena itu, pimpinan DPRD diharapkan menjadi pemimpin yang berintegritas, visioner, adaptif, dan mampu membawa daerah-daerah masing-masing menuju kemajuan," kata Ace.
Lebih lanjut, Ace menekankan bahwa kekuatan ketahanan nasional tidak bisa dilepaskan dari ketangguhan masing-masing daerah. Kondisi ketahanan nasional juga disebut sebagai salah satu faktor penentu dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
"Ketahanan nasional adalah cerminan dari ketahanan daerah. Kalau daerahnya enggak tangguh, kalau daerahnya enggak kuat, jangan berharap ketahanan nasional kita akan terwujud," ucap Ace.
Dalam paparannya, Ace turut menjelaskan bahwa Indonesia kini tengah menghadapi disrupsi geopolitik global yang ditandai dengan era VUCA — kondisi yang tidak stabil, penuh ketidakpastian, kompleks, dan ambigu — bahkan telah bergeser menuju era BANI yang sarat kecemasan dan sulit dipahami. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi ketahanan nasional Indonesia masih berada pada posisi yang cukup kuat.
"Di tengah situasi geopolitik global, ketahanan nasional kita pada posisi yang cukup tangguh," tegas Ace.
Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI
Brigadir Jenderal TNI Muhammad Arif Nur
Biro Humas Lemhannas RI
Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110
Telp. 021-3832108/09
http://www.lemhannas.go.id
Instagram : @lemhannas_ri
Facebook : lembagaketahanannasionalri
Twitter : @LemhannasRI
Youtube: Lemhannas RI

