Gubernur Beri Arahan Taskap kepada Para Tutor
Berita & Artikel Rabu, 30 Mei 2018, 03:06
Agus Widjojo melanjutkan, disamping itu terdapat keluhan mengenai banyaknya tutor yang memberikan koreksi bukan kepada hal-hal yang bersifat substansi, melainkan cenderung pada struktur penulisan Taskap itu sendiri. Padahal Gubernur selalu menekankan bahwa penulisan Taskap harus selalu dipusatkan pada hal-hal yang bersifat analisis, daya kritis dan substansi (isi). Taskap itu seperti obrolan dalam bentuk tulisan, yang saya kawatirkan terbesar, penilai tidak bisa menilai alur pikir dan daya kritis peserta, tapi kepada format tulis, jelasnya.
Kendala utama yang kerap ditemui di lapangan pada saat pendampingan Taskap berjalan yakni tutor yang ditunjuk untuk mendampingi peserta dalam penulisan judul Taskap, seringkali tidak sesuai dengan bidang yang dikuasai. Permasalahan tersebut sangat kompleks, karena penunjukkan tutor bagi pendaping peserta dilakukan sebelum peserta menentukan topik/tema Taskap. Beberapa masukan dilontarkan dari para Tajar, Taji dan Taprof terkait persoalan yang dibahas, seperti yang disampaikan oleh Taprof Bidang Tannas dan Geostrategi, Mayjen TNI (Purn) Ir. Sary Sutaat, Ia mengatakan bahwa apabila tutor yang mendampingi peserta tidak membidangi masalah yang diangkat dalam judul Taskap, alangkah baiknya bila tutor tersebut bersedia untuk berkonsultasi dengan tutor lainnya yang berkompeten dalam bidang tersebut. Misalnya ada peserta yang menulis tidak sesuai dengan keahlian kita, kan di Lemhannas ini banyak Tajar, Taji dan Taprof yang punya keahlian, disamping konsultasi dengan saya, coba peserta tanya dengan bapak ini (tutor lain yang berkompeten di bidang tersebut), bisa juga tutor yang berkonsultasi, ungkapnya.
Agus Widjojo berpesan kepada para Tajar, Taji, dan Taprof agar mampu menyesuaikan dengan kondisi para peserta pendidikan dengan cara mendidik cara berpikir peserta secara logis dan halus, serta memberikan pelayanan bimbingan secara maksimal. Buka hati dan pikiran kita untuk memberikan pelayanan kepada peserta, diingatkan, dibimbing. Tutor harus bisa menukik pada situasi peserta, tidak bisa semua disamaratakan, harus menyesuaikan dengan kondisi peserta, penanganannya perlu berbeda, dan harus dikemas sesuai dengan peserta, jelas gubernur.



