Gubernur Lemhannas RI Beri Kuliah Umum di Universitas Balikpapan
Berita & Artikel Selasa, 21 Juni 2022, 09:00
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Andi Widjajanto memberikan kuliah umum di Universitas Balikpapan dengan tema IKN Nusantara, Simbol Identitas Nasional, Kota dengan 4 Pilar Kebangsaan dan Kota Dunia untuk Semua yang berlangsung di Universitas Balikpapan, pada Selasa (21/06). Turut mendampingi Gubernur Andi, Deputi Pemantapan Nilai - Nilai Kebangsaan Laksda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M., M.Tr. Opsla.
Hadir dalam kuliah umum tersebut Rektor Universitas Balikpapan Dr. Ir. M. Isradi Zainal, M.T., M.H., M.M., DESS., IPU dan Wakil Rektor Universitas Mulawarman Prof. Dr. Ir. Bohari Yusuf, M.Si.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Andi menyampaikan terkait tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Lemhannas RI secara spesifik, untuk dikembangkan dalam kerangka melakukan kajian. Presiden meminta Lemhannas RI untuk fokus pada lima hal, yakni ekonomi hijau, ekonomi biru, transformasi digital, konsolidasi demokrasi dan ketahanan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut Gubernur Andi, perpindahan ibu kota memiliki peluang yang besar bagi Balikpapan untuk berkembang, walau di sisi lain harus memiliki persiapan dengan kerawanan strategis yang akan muncul dengan perpindahan Jakarta ke Nusantara.
Lebih lanjut, Gubernur Andi membahas mengenai transformasi digital. IKN, Nusantara itu akan menjadi the first real smart digital city di Indonesia. Kota cerdas, Kota pintar, Kota digital pertama di Indonesia yang dibangun dari nol yang nanti semuanya akan terhubung internet of things, tutur Gubernur Andi dalam menyampaikan transformasi digital yang diinginkan. Kemudian, Gubernur Andi juga menyampaikan bahwa Indonesia butuh keamanan siber, karena semua pemerintah pusat sedang bersiap menyiapkan e-document untuk perkembangan saat ini.
Selanjutnya, Gubernur Andi menyampaikan bahwa keamanan siber di Indonesia masih relatif rendah. Oleh karena itu, yang menjadi tantangan dalam sepuluh tahun ke depan adalah Indonesia membutuhkan sembilan juta digital talent yang konsentrasinya pada dunia digital.
Tantangan lain yang harus dihadapi adalah tantangan ekonomi hijau, karena harapannya Nusantara akan dirancang sebagai the first real green city pertama di Indonesia yang diharapkan memiliki nol emisi karbon.
Selanjutnya, Gubernur Andi memaparkan konsolidasi demokrasi. Proses elektoral Indonesia relatif mumpuni tetapi masih lemah dalam aspek budaya politik. Indeks demokrasi terbaik di Indonesia ada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Jadi, tantangannya harus membuat bagian Indonesia yang lain juga memiliki kematangan demokrasi seperti di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Tantangan konsolidasi demokrasi kita itu adalah bahwa kita harus bisa menjalankan pemilu demokratis tujuh kali berturut-turut. Kita masih punya PR pada 2024 yang ke-6 dan tuntas di 2029 yang ke-7, tutur Gubernur Andi. Bisa dilalui dan diharapkan tujuh pemilihan umum untuk mewujudkan kematangan demokrasi di Indonesia.
Terjadinya perpindahan ibu kota artinya harus bersiap untuk mobilitas horizontal. Nusantara dirancang sebagai kota dunia. Frame untuk membangun nusantara itu kosmopolit, ungkap Gubernur Andi. Dalam bahasa demografi, di Nusantara akan ada perpaduan dari beragam budaya. Secara tegas Gubernur Andi menyampaikan optimisnya Indonesia nanti pada tahun 2045 saat Nusantara selesai dibangun, akan menjadi negara nomor empat ekonomi dunia.
Terakhir, Gubernur Andi memaparkan lompatan yang akan terjadi untuk nusantara yang kini titik nol nanti menjadi kota yang bisa dihuni 1,2 sampai dengan 1,4 juta penduduk, yang di dalamnya ada bagian dengan mobilitas horizontal termasuk Balikpapan. Tantangan terbesar adalah Sumber Daya Manusia harus bisa membayangkan jauh ke depan teknologi dan keahlian yang harus dikembangkan. Keahlian yang dikembangkan harus akrab dengan terminologi seperti big data machine learning, artificial intelligence, nanotechnology, metaverse dan multiverse. (SP/CHP)



