Gubernur Lemhannas RI: Pemahaman Geopolitik adalah Bentuk Nasionalisme Masa Kini

Berita & Artikel Sabtu, 14 Februari 2026, 10:00

“Wisuda hari ini bukan sekadar momen seremonial, melainkan refleksi kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan berkarakter kebangsaan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Hal tersebut disampaikan Gubernur Lemhannas RI saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XLIII Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Garut pada Sabtu (14/2).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul “Wisudawan: Generasi Muda dan Tantangan Bangsa”. Gubernur Lemhannas RI menyampaikan perguruan tinggi merupakan penggerak literasi geopolitik di tengah dinamika geopolitik saat ini. Menurut Gubernur Lemhannas RI, program pendidikan tidak hanya memberikan kecerdasan intelektual tetapi harus mampu memperluas wawasan global generasi muda sebagai bonus demografi tanpa menghilangkan identitas nasional. “Memahami geopolitik dan menempatkan bangsa dalam posisi strategis merupakan wujud nyata nasionalisme baru di tengah ketidakpastian global seperti saat ini,” ucap Gubernur Lemhannas RI.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur menegaskan bahwa para wisudawan sebagai generasi muda memegang peran penting dalam menempatkan bangsa dalam posisi strategis. “Generasi adik-adik yang akan menentukan kemajuan bangsa,” ucap Gubernur Lemhannas RI. Jika menilik sejarah, pemuda dalam perjalanan bangsa telah memegang peran penting sejak sebelum kemerdekaan. Peran generasi muda diawali Budi Oetomo yang menginspirasi pemuda lain untuk membentuk organisasi pemuda regional. Semangat tersebut berlanjut pada momentum Sumpah Pemuda dan Peristiwa Rengasdengklok sebagai tonggak Proklamasi. Setelah kemerdekaan, semangat pemuda masih terus hidup dalam momentum Reformasi 1998. “Semangat kepemudaan dimasa yang akan datang merupakan kewajiban para wisudawan Universitas Garut,” ujar Gubernur Lemhannas RI.

Dewasa kini, generasi muda berada dalam kondisi bangsa Indonesia menghadapi berbagai tantangan ,salah satunya adalah tantangan pada sumber daya manusia. Data menunjukkan nilai Human Development Index Indonesia Tahun 2025 sebesar 0,728 dan menempatkan Indonesia pada urutan ke 113 dari 193 negara. Sejalan dengan hal tersebut, pertumbuhan demografi Indonesia yang seharusnya menjadi bonus demografi dapat berubah menjadi bencana demografi apabila tidak dipersiapkan dan dikelola dengan baik. 

Data BPS pada November 2025 menunjukkan bahwa terdapat 7,46 juta jiwa yang menjadi pengangguran saat ini. Hal tersebut dikarenakan lapangan pekerjaan yang terbatas, kualitas SDM yang tidak memenuhi pasar kerja, dan sistem pendidikan yang belum mampu menjawab kebutuhan. Bonus demografi yang dikelola dengan baik diharapkan mampu menciptakan kemandirian bangsa untuk mewujudkan ketahanan nasional. “Ketahanan Nasional yang rapuh tidak akan bisa mewujudkan tujuan nasional,” kata Gubernur Lemhannas RI.

Oleh karena itu, untuk dapat menyongsong masa depan yang cerah, para wisudawan Universitas Garut harus berani menatap masa depan dengan menjadi pribadi yang berkarakter kuat, berintegritas tinggi, mencintai tanah air, memiliki kesadaran geopolitik, dan berwawasan kebangsaan. “Wisudawan sebagai kader pemimpin nasional harus berkarakter kebangsaan, visioner, serta transformatif dan adaptif untuk mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh,” ucap Gubernur Lemhannas RI. Mengakhiri orasi ilmiahnya, Gubernur Lemhannas RI menegaskan bahwa wisudawan sebagai generasi muda adalah agen perubahan, yang tidak hanya menjadi penonton dunia, tapi harus tampil sebagai penjaga ketahanan nasional dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan Rektor Universitas Garut. Dalam Nota Kesepahaman tersebut diatur kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka penguatan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional; penyelenggaraan kegiatan ilmiah; dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia antara kedua instansi. Diharapkan kolaborasi ini akan menghasilkan kerja-kerja nyata untuk mendukung kemajuan kedua instansi dan kemajuan bangsa. (NA/CHP)


Tag