Gubernur Lemhannas RI Buka Pameran Seni Bentara Budaya, Ruang Tafakur: Merayakan Spiritualitas Islam dalam Seni Rupa

Berita & Artikel Jumat, 27 Februari 2026, 10:00

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. secara resmi membuka pameran yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya dengan tema Pameran Seni Rupa “Ruang Tafakur” Merayakan Spiritualitas Islam dalam Seni Rupa di Bentara Budaya Jakarta pada Jumat (27/02). Pameran tersebut dihadiri oleh Direktur Corporate Communication Kompas Gramedia Ibu Glory Oyong, General Manager Bentara Budaya and Communication Management Bapak Ilham Khoiri, dan Manager Bentara Budaya Ibu Ika W Burhan. 

Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia yaitu sebesar 87% dari 281 juta jiwa. Nafas keislaman menjadi bagian yang berdenyut dalam kehidupan masyarakat Indonesia dalam berbagai bentuk, seperti arsitektur, kuliner, dan fashion. Namun, saat ini dimensi estetik dari seni Islam mulai tenggelam di tengah dimensi politik, fiqih, ibadah Ramadan, dan perbedaan terkait ketuhanan. “Karena itu, bentara budaya ingin menjadi bagian dari upaya untuk memanggungkan ekspresi seni itu,” kata Ilham Khoiri dalam sambutannya.

Pada momen Ramadan ini, Bentara Budaya ingin memanggungkan karya-karya seni rupa yang bersumber dari inspirasi spiritualitas Islam yang sebagian dikelola oleh para santri. Selain itu, Ilham Khoiri juga berharap bahwa pameran ini akan memberikan wajah yang teduh, damai, dan indah seperti yang disampaikan dalam hadis bahwa Tuhan itu indah dan mencintai keindahan.

Lebih lanjut, kurator pameran Hilmi Faiq menegaskan bahwa pameran ini diselenggarakan dalam rangka mewadahi ekspresi seni dengan nuansa Islam yang jarang ditemukan. Dalam beragama, ada dua unsur, yaitu iman (kredo) dan ritual (ritus). Kedua hal tersebut tidak akan menjadi hal penting apabila tidak dimanifestasikan kepada perilaku. “Maka saya menilai bahwa, ekspresi seni yang ada di sini tidak lain adalah manifestasi dari kredo dan ritus tadi,” kata Hilmi Faiq. 

Membuka acara tersebut, Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pameran tersebut. Menurutnya, pluralisme keragaman perlu dirayakan di tengah bulan Ramadan, di mana seni rupa dalam Islam diberikan ruang di Bentara Budaya.

Dikatakan juga oleh Gubernur Lemhannas RI relevansi ketahanan nasional dalam ruang budaya merupakan suatu hal yang perlu disadari bersama karena ketahanan nasional bukan hanya sekedar kemampuan untuk bisa melihat geopolitik dan kekuatan pertahanan, melainkan juga imbas dari era teknologi yaitu kesehatan mental. “Ketika kita menempatkan diri kita untuk berada pada ruang spiritualis, itu artinya kita sedang membangun agar diri kita memiliki kesehatan mental yang kuat, karena saya kira ketahanan budaya merupakan salah satu elemen penting dari ketahanan nasional,” tambah Gubernur Lemhannas RI. 

Menutup sambutannya, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan kembali apresiasi kepada Bentara Budaya atas kegiatan positif yang diselenggarakan pada momentum yang tepat, karena seni Islam merupakan seni ekspresi dari ketangguhan dan merupakan jalan untuk menggambarkan ketaatan kepada Ilahi, dan kontribusi terhadap ekspresi kebudayaan yang dapat meningkatkan kebudayaan nasional masyarakat. 

Acara tersebut dibuka dengan penggoresan pertama di atas kanvas oleh Gubernur Lemhannas RI dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf. (SF/CHP)


Tag

Berita Lainnya