Gubernur Lemhannas RI: Tidak Ada Negara Maju Kalau SDMnya Rendah

Berita & Artikel Rabu, 1 Oktober 2025, 14:00

“Pada kegiatan SSDN, selain menggali apa yang menjadi kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia di masing-masing kementerian/lembaga, tapi juga para peserta memberikan masukan-masukan strategik,” kata Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Hal tersebut disampaikan dalam Pelaporan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) 26 Lemhannas RI di Auditorium Lemhannas RI, pada Rabu (1/10).

Dalam kesempatan tersebut, tiga belas kelompok peserta SSDN menyampaikan temuan dan masukannya. Gubernur Lemhannas RI mengapresiasi keseriusan para peserta dalam menyusun laporan. “Apa yang disampaikan saya kira akan menjadi rekomendasi strategis,” ucap Gubernur Lemhannas RI.

Berdasarkan apa yang disampaikan perwakilan masing-masing kelompok lokus, Gubernur Lemhannas RI menyimpulkan bahwa masalah utamanya adalah nirkolaborasi. “Antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, antara pemerintah kabupaten kota dengan pemerintah provinsi, seperti minyak dengan air. Padahal masing-masing tentu memiliki peran tapi tidak mau disatukan dalam konteks bagaimana mengoordinasikan kebijakan,” kata Gubernur Lemhannas RI. Oleh karena itu, Gubernur menyampaikan bahwa di sinilah peran penting Lemhannas RI, yaitu merumuskan rekomendasi strategis yang berdasarkan alur berpikir Lemhannas RI yang terdiri dari alur pikir holistik, integral, dan komprehensif. 

Lemhannas RI memilih 13 instansi tersebut karena setiap instansi memiliki tanggung jawab dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia. Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa hasil pengukuran indeks ketahanan nasional yang dilakukan Laboratorium Ketahanan Nasional Lemhannas RI menunjukkan indeks yang paling rendah adalah kualitas SDM. Kondisi tersebut tercermin dari hasil pengukuran gatra sosial budaya yang menghasilkan nilai 2,8 dengan posisi kurang tangguh.

Dengan demikian, permasalahan stunting, akses kesehatan yang masih sangat terbatas, angka kematian ibu dan anak, angka Indeks Pembangunan Manusia dan skor PISA, serta daya saing tenaga kerja perlu mendapatkan perhatian serius untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Gubernur Lemhannas RI juga mengimbau agar nantinya saat pelaksanaan Studi Strategis Luar Negeri (SSLN), para peserta P3N 26 dapat menggali aspek-aspek pembangunan manusia di negara yang menjadi lokus. Selain itu pada seminar dan Kertas Karya Ilmiah Perseorangan  yang disusun juga harus menuangkan rekomendasi strategis terkait pembangunan kualitas manusia di Indonesia.

“Tidak ada negara yang maju kalau SDMnya rendah. Negara kaya tapi SDMnya rendah, (maka rentan terharap) perang, konflik, pecah, gampang diganggu kepentingan negara lain,” ucap Gubernur Lemhannas RI. Oleh karena itu, Lemhannas RI menaruh perhatian pada peningkatan kapasitas SDM di Indonesia, termasuk melalui berbagai kegiatan pendidikan di Lemhannas RI.

“Proses pendidikan ini bagian dari refleksi kita untuk meningkatkan SDM kita dalam rangka memperkuat ketahanan nasional kita,” pungkas Gubernur Lemhannas RI menutup ulasannya. (NA/CHP)


Tag