Gubernur Lemhannas RI: LDII Turut Berkontribusi dalam Pembangunan Spiritual Menuju Indonesia Emas 2045
Berita & Artikel Rabu, 8 April 2026, 11:00
Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menjadi narasumber dalam kegiatan pembekalan kepada Peserta Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Grand Ballroom Gedung Serbaguna Minhaajurrosyidiin pada Rabu (8/4). Pada kegiatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan materi dengan judul “Dinamika Geopolitik, Kedaulatan Bangsa, dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”.
Materi diawali dengan sambutan Gubernur Lemhannas RI yang menyampaikan apresiasi dan pernyataan bahwa adanya forum kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi intelektual dan spiritual, melainkan juga dinilai penting untuk menegaskan peran penting LDII dalam membangun bangsa Indonesia, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan spiritual menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam konteks geopolitik, kedaulatan bangsa yang mencakup kemampuan suatu negara untuk bertahandinilai sangat penting. Kedaulatan bangsa untuk bertahan serta bagaimana negara dengan segala potensi yang dimiliki mampu mempertahankan ruang hidupnya dimulai dari daratan, lautan dan udara.
“Kita harus betul-betul menjadi bangsa yang bisa menentukan arah langkah kebijakan kita, sehingga kita menjadi sebuah bangsa yang bermartabat, karena itu ketahanan nasional menjadi sangat penting di tengah situasi seperti sekarang ini, karena hanya dengan kemampuan kita untuk bisa survive bangsa ini menjadi bangsa yang besar,” kata Gubernur Lemhannas RI.
Dengan segala keragaman hayati dan sumber kekayaan alam melimpah, bangsa Indonesia yang terletak di posisi strategis harus memiliki kewaspadaan. Hal ini karena, Indonesia dihadapkan dengan berbagai tantangan berupa menurunnya semangat kebangsaan terutama di kalangan anak muda, kohesi sosial, kesenjangan ekonomi, dan krisis identitas pada era disrupsi yang rapuh, penuh dengan ketidakstabilan, serta ambiguitas dan perubahan iklim.
Untuk mewujudkan SDM unggul, Gubernur Lemhannas RI menegaskan agar generasi muda menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai kompas moral. Nilai-nilai kebangsaan tersebut mengacu pada empat konsensus dasar bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI mengajak para peserta untuk menjadikan ketahanan nasional sebagai jembatan karena bangsa yang hebat adalah bangsa yang tahu cara beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi setiap guncangan yang terjadi. Adapun agenda besar yang diharapkan dapat mewujudkan ketahanan nasional, yakni kedaulatan ideologi, kedaulatan ekonomi, kedaulatan digital, dan ketangguhan kepemimpinan.
“Ketahanan nasional itu bukan hanya tanggung jawab negara, melainkan juga tanggung jawab kolektif dari seluruh elemen bangsa, peran masyarakat, termasuk di antaranya LDII sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, memperkuat kohesi sosial, serta membangun karakter bangsa yang tangguh dan berintegritas,” kata Gubernur Lemhannas RI menutup materinya.
Melalui kegiatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI percaya bahwa LDII mampu menjadi kekuatan penting dalam mendorong integritas menjadi fondasi SDM unggul, memegang prinsip kebangsaan berdasarkan empat konsensus kebangsaan, membangun kolaborasi bersama, dan menjadikan nilai spiritual menjadi nilai yang integratif untuk memperkokoh bangsa Indonesia. (SF/CHP)



