Pembekalan Gubernur kepada Peserta Penataran Istri/Suami P3N Angkatan 27 Lemhannas RI Tahun 2026
News & Article Tuesday, 02 June 2026, 13:00
Usai membuka kegiatan Penataran Istri/Suami bagi peserta P3N 27, Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., memberikan pembekalan kepada peserta Penataran Istri/Suami yang bertujuan untuk membangun hubungan kebersamaan istri atau suami para pendamping dari peserta P3N 27 di Auditorium Gajah Mada pada Selasa (2/6).
Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menekankan kesamaan persepsi, pandangan, dan frekuensi antara pimpinan nasional dengan pendampingnya dalam menjalani amanah pekerjaan. “Karena itu, ibu-ibu sekalian juga harus se-iya se-kata, senasib sepenanggungan, mau untuk mewakafkan suami dari ibu atau para pendampingnya bekerja dan memberikan dukungan untuk memastikan bahwa keluargalah yang akan menjadi spirit dalam memastikan tugas-tugas itu bisa berjalan dengan baik,” kata Gubernur Lemhannas RI.
Seorang pemimpin harus memiliki pemahaman mengenai geopolitik karena kehadiran sebuah bangsa tidak dapat terlepas dari konteks geopolitik global. Sebagai School of Geopolitics, Lemhannas RI berupaya mempersatukan persepsi dari berbagai elemen bangsa seperti TNI, POLRI, ASN, pelaku usaha, dan perguruan tinggi tentang bagaimana menghadapi kondisi geopolitik yang berubah dengan cepat, unpredictable, dan mempengaruhi setiap negara serta tantangan disrupsi teknologi yang saat ini dihadapi oleh bangsa Indonesia dapat diatasi.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa ketahanan nasional bukan hanya ditentukan oleh kekuatan senjata maupun militer, melainkan bagaimana sebuah bangsa dapat menghadapi berbagai tantangan dari dalam dan dari luar negeri guna menjamin eksistensi, integritas dan keberlangsungan hidup bernegara. “Saya ingin terutama bagi ibu-ibu jadikan keluarga sebagai institusi penting, sebagai fondasi bagi ketahanan nasional, keluarga adalah entitas terkecil dalam unit bangsa sebagai penyemai tumbuhnya ketahanan nasional,” kata Gubernur Lemhannas RI.
“Pemimpin nasional itu bukan superman, tetapi pemimpin yang hebat itu adalah pemimpin yang mampu membangun kolaborasi dan adaptif terhadap lingkungan strategis nasional untuk ketahanan nasional,” kata Gubernur Lemhannas RI menutup materinya. (SF/CHP)


