Penutupan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LV Lemhannas RI
Berita & Artikel Rabu, 9 November 2016, 07:09
Acara penutupan diawali oleh orasi Menteri Luar Negeri RI ke-16, Dr. Nur Hassan Wirajudamengenai tatanan regional dan keberlangsungan hidup negara bangsa. Mengawali orasi tersebut, Hassan Wirajuda memaparkan bahwa globalisasi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari dan menyebabkan terciptanya ketergantungan antar negara. Adanya kemajuan teknologi juga semakin membuat dunia terasa seperti sebuah kampung kecil dengan batas-batasnya negara yang semakin kabur atau borderless. Globalisasi, lanjut Hassan Wirajuda, dapat memberikan manfaat dan juga merugikan bagi Indonesia. semua bergantung pada kemampuan Bangsa Indonesia untuk merapatkan sisi domestik dengan sisi internasional yang disebut dengan Faktor Intermestik.
Selain itu, manfaat globalisasi juga dapat ditentukan dengan kemampuan bersaing dan inovasi. Semakin jauh sisi domestik dan sisi internasional dapat mengakibatkan adanya efek buruk dari globalisasi bagi rakyat. Hassan Wirajuda menjelaskan lebih lanjut bahwa globalisasi menyebabkan adanya regionalisme dalam berbagai bidang seperti adanya organisasi ekonomi antar negara seperti adanya satu komisi perdagangan yang mewakili negara-negara Eropa. Ketika proses globalisasi dilakukan antar kawasan, maka tidak ada negara yang dapat berdiri sendiri. Indonesia, dalam hal ini, terbuka untuk bekerja sama dengan negara lain. Hassan Wirajuda menambahkan bahwa efek dari globalisasi adalah tidak adanya tatanan dunia yang memadai yang disutjui oleh seluruh negara di dunia.
Pada akhir orasinya Hassan Wirajuda berharap Lemhannas RI nantinya tidak hanya mengkaji mengenai ketahanan nasional dalam konteks nasional saja namun juga dalam konteks globalisasi. Hassan Wirajuda juga berharap pembekalan ini dapat berguna bagi para alumni PPRA LV Lemhannas RI.
Gubernur Lemhannas RI dalam pidato penutupan mengatakan, dengan menempuh pendidikan di Lemhannas RI, para peserta diharapkan mampu menjadi pemimpin negarawan yang handal dalam pemecahan masalah strategis di tingkat nasional, regional, dan internasional. Agus Widjojo menambahkan bahwa tempat mengabdi sebenarnya adalah di instansi tempat para peserta bekerja. Dalam lingkungan tersebut, masalah yang akan timbul adalah masalah-masalah yang tidak dapat ditunda dan harus ditemukan segera solusinya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI memberikan penghargaan capaian akademik terbaik kepada Kolonel Inf Tri Yulianto S. Ap., M. Si.; penghargaan capaian kertas karya perseorangan terbaik kepada Kolonel Inf Safriadi, S.IP. ; serta penghargaan prestasi akademik terbaik untuk peserta negara sahabat kepada Letnan Kolonel Pengiran Asmani dari Brunei Darussalam.






