Gubernur Lemhannas RI Jadi Narasumber Seminar STIE Bisnis Indonesia
Berita & Artikel Senin, 10 September 2018, 05:56
Menurut Wakil Ketua I STIE Bisnis Indonesia Sutardi, S.E.,M.M., menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar tersebut adalah dalam rangka pembinaan kesadaran bela negara dalam kegiataan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru sekaligus mendukung menyukseskan program Revolusi Mental yang dicanangkan pemerintah.
Di awal paparannya, Agus Widjojo memaparkan mengenai posisi strategis Indonesia yang berada di tengah-tengah dua benua dan dua samudera. Selain itu dengan Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan dipersatukan laut, memberikan fakta adanya keberagaman dan kekayaan alam yang melimpah.
Selanjutnya, Agus Widjojo memaparkan mengenai 4 (empat) konsensus dasar bangsa yang menjadi instrumen bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan nasional, yakni kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia juga sempat menyinggung mengenai wawasan nusantara dan ketahanan nasional sebagai doktrin pelaksanaan keempat konsensus tersebut.
Mencermati kondisi saat ini dan melihat peluang bonus demografi bangsa Indonesia dalam 2 dekade ke depan, berbagai tantangan harus dihadapi oleh bangsa, khususnya generasi muda, menurut Agus Widjojo diantaranya adalah pengaruh era globalisasi, pembangunan karakter bangsa dan revolusi industri 4.0.
Menyinggung bonus demografi, Agus Widjojo menekankan apabila dapat dimanfaatkan tidak menutup kemungkinan prediksi Indonesia akan tampil sebagai negara dengan perekonomian 5 terbesar pada rentan waktu tahun 2030 hingga 2050.
Agus Widjojo juga sempat menyinggung tentang sejarah pergerakan dan perjuangan kemerdekaan pada tahun 1908 oleh Boedi Oetomo, tahun 1928 dengan Kongres Pemuda dan tahun 1945 Proklamasi Kemerdekaan. Menurut Agus Widjojo, ketiga momentum pergerakan dan perjuangan kemerdekaan tersebut berawal dari kaum intelektual muda.
Terkait dengan kaum muda, Agus Widjojo juga menunjukkan beberapa prestasi yang di raih anak muda dalam hal ini mahasiswa Indonesia, baik dalam tingkat nasional dan internasional, sebut saja pada kontes robot internasional di Amerika Serikat, Olimpiade Fisiologi Internasional, International biotechnology competition and exhibition di Malaysia dan International Conference On Technology And Social Science 2018 Di Jepang.
Selain itu pula terkait dengan Asian Games yang baru saja usai, Agus Widjojo menyampaikan mengenai banyaknya mahasiswa berprestasi sebagai atlit yang mampu meraih medali. Selain itu juga ada 15.000 relawan yang berasal dari kaum muda untuk turut menyukseskan penyelenggaraan Asian Games.
Mengakhiri paparannya Agus Widjojo berpesan kepada para peserta Seminar. Syukuri dan manfaatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi, investasi diri dengan belajar sehingga dapat memberikan sumbangsih konkrit ke masyarakat, kembangkan karakter diri sebagai nilai tambah, laksanakan peran sebagai warga negara dengan baik, jadi panutan dalam masyarakat dan menjadi benteng dari nilai-nilai dan pengaruh negatif yang bisa merusak diri dan masyarakat.
Selamat belajar dan siapkan diri untuk mengabdi kepada bangsa dan negara pungkas Agus Widjojo menutup paparannya.



