Ketua KPK RI Ajak Peserta Penataran Istri/Suami Peserta PPRA 65 untuk Membangun Budaya Antikorupsi

Berita & Artikel Selasa, 22 Agustus 2023, 07:09

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Komjen Pol (P) Drs. Firli Bahuri, M.Si berkesempatan memberikan ceramah dalam Penataran Istri/Suami Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 65 Lemhannas RI pada Selasa (22/8), di Ruang NKRI, Lemhannas RI.

Sebelum memasuki materi paparan Membangun Budaya Antikorupsi, Firli Bahuri menyampaikan tiga hal yang harus dimiliki oleh para peserta, yakni love, care, dan share. Love end when stop caring, live end when stop believing, expectation end when we stop dreaming, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Firli Bahuri meminta peserta harus memiliki impian, karena dengan impian kita sebagai manusia akan mempunyai harapan, dengan harapan manusia akan punya tekad kuat dan tentu akan berusaha mencapai impiannya.

Firli Bahuri percaya bahwa masa depan bangsa Indonesia bergantung pada seorang ibu (perempuan). Hal tersebut terlihat pada jumlah perempuan dan anak perempuan sebanyak 65.2%. Dirinya meyakini seorang ibu (perempuan) mampu berjasa untuk menyelamatkan putra putrinya dari berbagai permasalahan bangsa, salah satunya korupsi.

Jenis korupsi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kerugian keuangan negara, penggelapan dalam jabatan, perbuatan curang, pemerasan, gratifikasi, suap-menyuap, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan tindak pidana lain yang berhubungan dengan korupsi.

Perilaku korupsi sangat merampas hak asasi manusia, seperti pelayanan publik tidak teroptimalkan, pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan dengan baik, dan kualitas pendidikan tidak tercapai dengan baik.

Sejalan dengan hal tersebut, KPK membuat strategi pemberantasan korupsi seperti, pendekatan dan memberikan edukasi pada publik, perbaikan sistem, penegakan hukum yang kuat dan melibatkan peran serta masyarakat.

Untuk itu, Firli Bahuri menyampaikan pentingnya peran keluarga untuk menghilangkan budaya anti korupsi. Dimulai dari sebuah keluargalah, ruh antikorupsi yang senantiasa menyiratkan nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, moral dan etika (yang) diembuskan ke penjuru kalbu setiap individu yang menjadi bagian dalam keluarga untuk membentuk keluarga antikorupsi, pungkasnya mengakhiri paparannya. (SP/BIA)


Tag