Lemhannas Goes To Campus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Berita & Artikel Kamis, 18 September 2025, 14:00

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) melaksanakan kunjungan ke Universitas Sutan Agen Tirtayasa (Untirta) dalam rangka Lemhannas goes to campus yang berlangsung di Grand Auditorium Untirta, Banten, pada Kamis (18/9). Lemhannas goes to campus merupakan program strategis Lemhannas RI dalam membangun kanal komunikasi dengan sivitas akademika dalam menumbuhkembangkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional serta mendorong peran generasi muda sebagai bonus demografi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kampus bukan hanya sekedar lembaga yang mencetak para ilmuwan, tetapi kampus kita harapkan menjadi kawah candradimuka bagi proses kepemimpinan nasional dan mampu membangun para pejuang-pejuang yang mencintai bangsa,” ujar Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. saat menyampaikan ceramahnya kepada para mahasiswa tentang peran mahasiswa dalam menjawab tantangan global. Gubernur Lemhannas RI menyampaikan berbagai perubahan yang terjadi dalam fase bangsa selalu dimulai oleh anak muda yang berani menunjukkan karakternya, mulai dari Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, hingga Reformasi 1998.

Mengenai tantangan internal bangsa Indonesia, Gubernur Lemhannas RI menekankan kemajuan Indonesia ditentukan pada kekuatan dan keterampilan sumber daya manusianya, proses penegakkan hukumnya, persoalan korupsinya yang harus diberantas dan demokrasi yang perlu ditingkatkan. Selain tantangan internal, mahasiswa juga diminta untuk menyoroti tantangan eksternal bangsa yang juga disebut dinamika geopolitik, yakni persaingan kekuatan besar, perang dagang, perang Rusia dan Ukraina, perang Israel dan Palestina, konflik Israel dan Iran, konflik regional serta disrupsi budaya.

Geopolitik menuntut masyarakat Indonesia untuk memperkuat nasionalismenya. Terlebih lagi, dikondisi disrupsi teknologi, kemajuan teknologi membawa banyak kemajuan tetapi juga dampak yang tidak boleh diabaikan, seperti kesehatan mental, cyber bullying, berpikir instan, konsumsi digital yang tidak terfilter, informasi terbatas sampai ketergantungan gadget.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, perguruan tinggi berperan sebagai penggerak literasi geopolitik. Hal tersebut dikarenakan program pendidikan mampu memperluas wawasan global individu tanpa menghilangkan identitas nasional.

Generasi muda yang saat ini berkembang merupakan bagian dari bonus demografi. Oleh karena itu, Gubernur Lemhannas RI terus mendorong agar kampus-kampus di Indonesia dapat mencetak manusia-manusia yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi memiliki wawasan kebangsaan.

Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI mengatakan bahwa ketahanan nasional merupakan seluruh dari komponen bangsa yang mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan dari dalam dan luar negeri guna menjamin eksistensi, integritas, dan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dengan tegas pula disampaikan kepada seluruh mahasiswa Untirta, bahwa ketahanan nasional yang paling fundamental adalah dengan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan.

Gubernur Lemhannas RI berharap, Untirta dapat menjawab tantangan kebangsaan dengan memperkuat nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda. Selamat dan apresiasi disampaikan Gubernur Lemhannas RI kepada Rektor Untirta yang telah bekerja keras untuk meningkatkan SDM unggul. “Perguruan tinggi menjadi bagian dalam membentuk karakter, watak, kepribadian, dan jiwa nasionalisme generasi muda guna mempersiapkan SDM unggul menyongsong Indonesia emas 2045,” pungkas Gubernur Lemhannas RI.

Pada kesempatan tersebut, hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Rusmana, Ir., M.P., Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr. Ing. Ir. Asep Ridwan., S.T., M.T., IPU., dan Kapolda Banten Brigjen Pol. Hengki., S.I.K., M.H. (SP/CHP)


Tag