Gubernur Lemhannas RI Memberikan Pembekalan Awal Pendidikan kepada Peserta P4N Angkatan LXIX Lemhannas RI

News & Article Tuesday, 13 January 2026, 13:00

“Apa yang terjadi dengan Indonesia pasti akan dipengaruhi oleh berbagai tantangan yang dihadapi,” kata Gubernur Lemhanas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Hal tersebut disampaikan dalam Pembekalan Awal Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX Lemhannas RI pada Selasa (13/1). Menyoroti hal di atas, Gubernur Lemhannas RI menekankan pentingnya pemahaman geopolitik para pemimpin nasional guna mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan dinamika geopolitik global yang membuat dunia berubah dengan cepat. Saat ini konflik terjadi di berbagai belahan dunia. Rivalitas menciptakan perang dagang melalui kebijakan ekonomi dan teknologi. Selain itu, dunia juga menghadapi perubahan iklim yang menyebabkan terjadinya bencana alam. Berbagai dinamika tersebut tentunya berdampak bada kondisi dinamis bangsa. Menyoroti hal tersebut, Indonesia membutuhkan ketahanan nasional dan pemimpin nasional yang memiliki kemampuan analisis, kemampuan menyusun rencana, dan kemampuan mengambil keputusan.

“Ketahanan nasional itu adalah keuletan dan ketangguhan kita yang tergantung pada diri sendiri, mampu atau tidak sebagai sebuah bangsa untuk mengembangkan diri dalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan,” ucap Gubernur Lemhannas RI. Di Lemhannas RI, ketahanan nasional akan dikenal dalam konsepsi Asta Gatra yang terdiri dari geografi, demografi, sumber kekayaan alam, ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, serta pertahanan dan keamanan. Pembahasan gatra-gatra tersebut akan berdasarkan pada Empat Konsensus Dasar Bangsa yang terdiri atas Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Berkaitan dengan hal di atas, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa para peserta P4N Angkatan LXIX Lemhannas RI diharapkan menjadi pemimpin strategis. Diharapkan para peserta P4N Angkatan LXIX Lemhannas RI saat lulus nantinya memiliki kemampuan mengambil keputusan dengan melihat ke depan, mampu memperkirakan atau mendefinisikan masa depan, mampu menganalisis situasi saat ini, dan mampu merencanakan dan melakukan langkah-langkah strategis untuk meraih masa depan. “Sebagai pemimpin ke depan, harus memiliki “vision of what I want”. Konstruksi berpikir yang dibangun adalah harus memiliki optimisme sebagai sebuah bangsa, harus mampu menghadap ke depan dan kita bisa mewujudkan masa depan itu,” kata Gubernur Lemhannas RI.

Kemudian Gubernur Lemhannas RI menekankan pentingnya kolaborasi antara satu unsur dengan unsur lainnya. Menurut Gubernur Lemhannas RI, tidak ada seorang pun yang dapat bekerja sendiri tanpa bersinergi dengan unsur lainnya. “Pemimpin nasional bukanlah superman, tetapi harus mampu membangun kolaborasi dan adaptif terhadap lingkungan strategis untuk ketahanan nasional,” pungkas Gubernur Lemhannas RI mengakhiri pembekalannya.

Sebagai informasi P4N Angkatan LXIX Lemhannas RI Lemhannas RI yang dibuka pada 13 Januari 2026 akan dilaksanakan selama 5,5 bulan dan direncanakan ditutup pada 14 Juli 2026. P4N Angkatan 69 diikuti sebanyak 110 peserta yang terdiri dari TNI sebanyak 48 peserta, Polri sebanyak 28 peserta, ASN sebanyak 21 peserta, Non ASN sebanyak 7 peserta, dan 6 peserta berasal dari negara sahabat. (NA/CHP)


Tag

Other News