Kepala Perpustakaan Nasional RI Sampaikan Materi Posisi, Misi, dan Aksi Perpusnas RI kepada Peserta P4N 69 Lemhannas RI
Berita & Artikel Senin, 9 Februari 2026, 10:00
Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. memberikan ceramah kepada peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX Lemhannas RI pada Senin (9/2). Pada kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas RI menyampaikan tentang Posisi, Misi, dan Aksi Perpustakaan Nasional RI. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Aminudin menjelaskan posisi Perpustakaan Nasional RI sebagai Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Kepala Perpusnas RI mengungkapkan bahwa tingkat literasi dan numerasi anak-anak Indonesia masih tergolong rendah, terutama dalam membaca teks panjang. Menurutnya, tidak ada bangsa yang dapat maju apabila tingkat literasi dan numerasinya rendah. Berdasarkan data, rata-rata masyarakat Indonesia hanya menghabiskan sekitar 5,91 buku per tahun atau setara setengah buku per bulan, sehingga perlu menjadi bahan refleksi bersama.
Lebih lanjut, Kepala Perpusnas RI memaparkan enam faktor utama penyebab rendahnya literasi dan numerasi, yaitu komplikasi pemahaman konsep literasi di kalangan penggerak literasi, keterbatasan bahan bacaan sesuai minat, kurangnya fasilitas pendukung pasca membaca, rendahnya relevansi program literasi, rendahnya kompetensi pengampu literasi, serta minimnya dukungan dan partisipasi para pemangku kepentingan.
Terkait peran Perpusnas RI, Kepala Perpusnas menegaskan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wahana pengembangan kreativitas serta ruang untuk mengurai dan mengembangkan proses berpikir. “Saya selalu mengatakan apabila perpustakaan itu fungsinya seperti ini, maka sesungguhnya di perpustakaan itu harus terjadi penguatan literasi tingkat tinggi,” ujarnya.
Guna mendukung peran tersebut, saat ini Perpustakaan Nasional RI memiliki empat lokasi layanan, yakni di Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Jalan Salemba Raya Jakarta Pusat, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Blitar, serta UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta di Bukittinggi.
Menurut Kepala Perpusnas, dalam mendukung tingkat literasi dan numerasi yang tinggi, diperlukan juga keterampilan berfikir aras tinggi (higher order thinking skills), mulai dari mengenali, memahami, menerapkan, menganalisis, menyintesis, menilai, hingga mencipta. Ia menegaskan bahwa kreativitas merupakan indikator literasi yang sangat tinggi.
Perpustakaan Nasional RI saat ini menjalankan program prioritas, antara lain pengembangan budaya baca dan kecakapan literasi, pengarusutamaan naskah Nusantara, serta standardisasi dan akreditasi. Salah satu implementasinya dilakukan di 1.000 desa sebagai lokus kegiatan dengan melibatkan 21 perguruan tinggi negeri dan 15 mahasiswa di setiap lokus. Program ini diperkuat melalui penyaluran bahan bacaan bermutu ke ribuan perpustakaan desa, puskesmas, komunitas, dan lembaga pemasyarakatan, serta melalui peran Relawan Literasi Masyarakat.
Saat ini, total koleksi Perpustakaan Nasional RI mencapai 3.564.166 judul atau 9.791.759 eksemplar, yang didukung berbagai layanan digital seperti e-resources, iPusnas, INLIS, OPAC, Khastara, dan Indonesia One Search. (IS/CHP)





