NMC Pakistan Ingin Mengetahui Pendidikan Lemhannas RI
Berita & Artikel Kamis, 24 Januari 2019, 07:33
Rabu (02/12), Delegasi NMC (National Management Course) Pakistan yang dipimpin oleh Naeem Aslam, disambut oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI di Ruang Nusantara II Lt. Gd trigatra untuk melakukan diskusi mengenai pendidikan di Lemhannas.
Lemhannas RI memiliki tugas salah satunya melakukan pendidikan yang mengikutsertakan dari semua kalangan sipil, militer, dan polisi untuk menjadi calon pemimpin dan staf pemerintahan di masa depan. Program pendidikan terbagi dua, Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) selama 7,5 bulan dan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) selam 5,5 bulan. Diharapkan dapat menyesuaikan fisik dan mental, mampu mengatur waktu untuk mengelola diri, serta menjunjung tinggi moralitas dalam etika akademik.
Kegiatan utama yang dilakukan meliputi Pengenalan Objek Strategi, Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN), Studi Strategis Luar Negeri (SSLN), Program Pilihan, Olahsismenas, dan Penulisan Kertas Karya Perorangan (Taskap). Kegiatan pendidikan untuk mengetahui kondisi objektif negara tujuan pada aspek-aspek tertentu yang memiliki nilai strategis yang bermanfaat bagi Indonesia sebagai bahan kajian lebih lanjut bagi Lemhannas RI juga memberikan wawasan internasional kepada peserta tentang kondisi negara tujuan dalam kaitan pembangunan nasional.
Tenaga Profesional Bidang ekonomi Lehannas RI Dr. Rosita S. Noor, M.A, menyampaikan bahwa Lemhannas RI selain pendidikan juga memberikan pelatihan wawasan kebangsaan kepada para pejabat/pimpinan di daerah mulai dari Gubernur, Walikota, serta Bupati dengan tujuan pelatihan agar memiliki Sense of being Indonesian yang baik.
Mengenai kurikulum pendidikan lemhannas RI sendiri didapatkan dari pelaksanaan seminar atau sarasehan mengenai isu-isu strategik sebagai bahan input pendidkan sehingga pendidikan menjadi lebih baik.
Sementara itu, Naeem Aslam menyampaikan bahwa hubungan antar negara melalui softpower menjadi concern bagi Pakistan. Namun melalui hardpower mengenai kepemilikan senjata nuklir merupakan respon atas kepemilikkan senjata nuklir oleh India dan tidak hanya memanfaatkan nuklir untuk kepentingan militer tetapi juga untuk kepentingan damai.