Swasembada Beras Capai Rekos, Gubernur Lemhannas Buka Seminar Nasional P4N 69 Bahas Kedaulatan Pangan
2 Juli 2026
Press Release
Nomor : PR/35/VII/2026
Tanggal: 2 Juli 2026
Jakarta – Momentum capaian swasembada beras nasional turut mewarnai pembukaan Seminar Nasional Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) 69 Lemhannas RI Tahun 2026 yang dibuka oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., di Gedung Pancagatra Lemhannas RI, pada Kamis (1/7).
Seminar yang mengangkat tema “Membangun Kedaulatan Pangan Nasional Melalui Tata Kelola, Inovasi Teknologi Pertanian, dan Human Capital Dalam Rangka Menghadapi Dinamika Geopolitik Global” ini membahas tentang kedaulatan pangan dan ketahanan pangan yang merupakan elemen paling fundamental bagi bangsa.
“Kami mendorong tema seminar nasional ini “kedaulatan dan ketahanan pangan”, karena sektor pangan merupakan elemen yang sangat strategis dan paling fundamental bagi bangsa kita, bahkan bagi dunia pada saat kita sedang menghadapi ketidakpastian global. Bapak Presiden Prabowo Subianto selalu memberikan arahan yang tegas terkait dengan ketahanan pangan ini,” kata Ace.
Dalam sambutan pembukaannya, Ace menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tinggi atas capaian swasembada beras sepanjang tahun 2025 yang menembus 34,71 juta ton, capaian yang membuat Indonesia berhenti mengimpor beras sekaligus mencatatkan stok cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah.
“Kita patut bersyukur dan memberikan apresiasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto atas capaian swasembada beras yang telah diraih tahun 2025 dengan produksi beras mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun 2024, yang memicu surplus beras hingga 3,52 juta ton. Sepanjang tahun 2025, indonesia tidak lagi melakukan impor beras untuk konsumsi umum. Stok cadangan beras pemerintah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah menyentuh 4,2 juta ton dan ditutup pada kisaran 3,2 juta ton pada awal tahun 2026 ini,” kata Ace.
Menurut Ace, capaian swasembada beras tersebut harus terus dijaga, bahkan ditingkatkan secara berkelanjutan, melalui dukungan terhadap berbagai kebijakan di sektor pertanian guna menghadapi tantangan di masa mendatang.
Oleh sebab itu, para peserta P4N 69 menyelenggarakan seminar ini untuk membahas tiga aspek penting demi memastikan keberlanjutan tersebut. “Dalam seminar ini kita akan membahas tiga aspek penting untuk memastikan keberlanjutan (sustainability) pencapaian swasembada pangan kita. Pertama, tata kelola pertanian yang efektif. Kedua, inovasi teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian seiring dengan keterbatasan lahan dan perubahan iklim. Ketiga, human capital atau sdm pertanian untuk menjaga keberlanjutan pertanian kita,” jelas Ace.
Tidak hanya itu, seminar ini turut membahas langkah-langkah strategis untuk menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan terus menguat dari fase moderat ke kuat, sehingga berpotensi memicu musim kemarau berkepanjangan sehingga dapat memengaruhi ketahanan pangan.
Menutup sambutannya, Ace berharap pandangan dari para pembicara mampu memberikan gagasan langkah-langkah konkret dan aplikatif untuk menghadapi tantangan yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Ia juga berharap para peserta P4N 69 dapat aktif mengumpulkan gagasan dan berpikir kreatif untuk menemukan solusi dalam membangun kedaulatan pangan.
Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. sebagai pembicara kunci; Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional RI Dr. Ir. H. Amran Sulaiman, M.P.; Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) H. Ossy Dermawan, B.S., M.Sc.; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., IPU.; Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KKP) Dr. I Nyoman Radiarta, S.Pi., M.Sc.; Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng.; Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi; dan Petani Milenial Ella Rizki Farihatul, S.Si., M.Sc.
Turut hadir mendampingi Gubernur Lemhannas, antara lain, Wakil Gubernur Lemhannas RI Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma; Deputi Pendidikan Marsda TNI Ir. Bob Henry Panggabean, M.I.P.; Deputi PPNK Mayjen TNI Raden Djaenudin Selamet, S.E.; Plt. Deputi Pengkajian Strategik Mayjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M.; para pejabat struktural; serta perwakilan tenaga ahli pengajar; tenaga ahli pengkaji; dan tenaga profesional Lemhannas RI.
Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI
Brigadir Jenderal TNI Muhammad Arif Nur
Biro Humas Lemhannas RI
Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110 Telp. 021-3832108/09 http://www.lemhannas.go.id Instagram : @lemhannas_ri
Facebook : lembagaketahanannasionalri
Twitter : @LemhannasRI
Youtube: Lemhannas RI







