Gubernur Lemhannas RI: Kepastian Hukum dan Stabilitas Ekonomi Menjadi Pilar Penting Ketahanan Nasional
News & Article Friday, 30 January 2026, 12:00“Sektor hukum dan ekonomi merupakan pilar ketahanan nasional. Kepastian hukum menjadi sangat penting untuk bisa memastikan bahwa ekonomi kita bisa berjalan dengan baik,” kata Gubernur Lemhannas RI Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Hal tersebut disampaikan Gubernur Lemhannas RI saat memberikan Kuliah Umum dalam kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Institut Syekh Abdul Halim Hasan (INSAN) Binjai pada Jumat (30/1).
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menjelaskan bahwa untuk mencapai ketahanan nasional yang berkelanjutan dibutuhkan penguatan pada sektor hukum dan ekonomi. Pada sektor hukum, dibutuhkan penegakan hukum dan kepastian hukum serta penguatan hukum dan diplomasi multilateral. Kepastian hukum akan menarik investasi asing, mendukung keberlanjutan pembangunan ekonomi, dan penegakkan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam. Sedangkan penguatan hukum dan diplomasi multilateral akan menempatkan Indonesia di arena gloal dan tidak terjebak dalam dominasi kekuatan besar.
Sedangkan pada sektor ekonomi, dibutuhkan stabilitas ekonomi dan kemandirian ekonomi. Stabilitas ekonomi dinilai akan memungkinkan negara tetap tangguh meskipun menghadapi kondisi krisis. Kemudian kemandirian ekonomi akan mengurangi ketergantungan pada impor sehingga Indonesia tidak mudah diintervensi oleh bangsa lain. “Kalau hukum bisa ditegakkan, tentu kepastian dalam konteks ekonomi juga bisa diwujudkan,” ujar Gubernur Lemhannas RI.
Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan di bidang hukum dan ekonomi dalam upaya mencapai ketahanan nasional yang tangguh. Ketidakpastian hukum menjadi masalah yang dinilai belum sepenuhnya dapat diatasi, padahal hukum seharusnya bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Kemudian nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan negara lain. Dalam mengatasi masalah-masalah di atas tentunya diperlukan kolaborasi dari berbagai sektor, termasuk perguruan tinggi dan generasi muda.
Gubernur Lemhannas RI juga menyebutkan peran perguruan tinggi dan generasi muda dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan dimasa kini. Gubernur Lemhannas RI menyatakan bahwa perguruan tinggi memegang peran yang sangat penting sebagai penggerak literasi geopolitik. “Kalau kita ingin menjadi negara maju, maka salah satu caranya adalah kuatkan peran perguruan tinggi,” ucap Gubernur Lemhannas RI. Kesadaran tersebut membuat Lemhannas RI terus bergerak melalui kegiatan Lemhannas Goes to Campus.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, M.AP.; Sekretaris Utama Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si.; Ketua Pembina Yayasan Al-Ishlahiyah Binjai Afril Djoelianti; Ketua Al-Ishlahiyah Binjai Putri Susi Meilani Daulay, S.E.; Rektor INSAN Binjai Prof. Dr. Muhammad Ramadhan, M.A.; Plt. Deputi Kebangsaan Mayjen TNI Raden Djaenudin Selamet, S.E.; Kaban Kesbangpol provinsi Sumatra Utara Mulyono, S.T., M.Si.; Rektor Institut Agama Islam Jam’iyah Mahmudiyah Langkat Dr. Muhammad Saleh, S.H.I., M.A.; Wakil Ketua Bidang Akademik STKIP Budidaya Binjai Dr. Erlinda Nofasari, S.Pd., M.Pd.; jajaran pejabat INSAN; serta perwakilan tenaga ahli pengajar dan tenaga ahli pengkaji Lemhannas RI. (NA/CHP)








