Lemhannas RI Terima Kunjungan Akademik Mahasiswa PPKN Unila
Berita & Artikel Kamis, 9 Juli 2026, 10:00Sivitas akademika Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Universitas Lampung melakukan kunjungan akademik ke Lemhannas RI, pada Kamis (9/7).
“Sebagai mahasiswa jurusan PPKN, para mahasiswa memiliki peran strategis sebagai generasi intelektual yang telah yang telah akan berkiprah dalam peraturan nasional dan global,” ujar Koordinator Kerja Sama Dalam Negeri Sulis Marwiyani Fatkhan, S.H., M.Sc. dalam sambutannya saat menerima kunjungan tersebut di Auditorium Gadjah Mada Gedung Pancagatra Lemhannas RI. Melalui kunjungan tersebut, diharapkan tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta menumbuhkan semangat kepemimpinan dan nasionalisme.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Pengajar Madya Bidang Ketahanan Nasional Lemhannas RI Sigit Hardjanto, S.H., M.H. berjudul “Ketahanan Nasional di Tangan Generasi Z”.Ketahanan nasional pada dasarnya memiliki dua wajah yang saling melengkapi, yakni sebagai kondisi nyata keuletan dan ketangguhan bangsa saat ini dalam menghadapi setiap dinamika, sekaligus sebagai konsepsi metode pengaturan kehidupan berbangsa berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945.
Bagi generasi Z yang berjumlah lebih dari 74 jiwa di Indonesia, pemahaman tersebut tidak boleh terhenti di tataran teks buku kuliah. Dengan karakteristik unik Gen Z yang memiliki rentang atensi (attention span)singkat serta keterhubungan internet yang sangat tinggi setiap harinya, pendekatan dalam memahami negara harus bertransformasi agar tetap kritis, dan tidak mudah tergerus oleh hoaks maupun polarisasi di ruang digital.
Lebih lanjut, mahasiswa PPKN Unila dibekali dengan analisis komprehensif yang disebut Astagatra, atau delapan aspek kehidupan berbangsa. Perangkat ini membagi ketahanan ke dalam kelompok trigatra yang bersifat alamiah seperti geografi, demografi, dan sumber kekayaan alam, serta Pancagatra yang mencakup aspek sosial seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
Di ranah kampus dan kehidupan sehari-hari, gatra yang paling dekat dan sering bersinggungan dengan mahasiswa adalah Gatra Ideologi, Sosial Budaya, serta pertahanan keamanan. Marsma TNI Sigit juga menyampaikan bela negara di masa kini tidak hanya soal latihan fisik militer, melainkan cara mahasiswa mampu menjaga integritas di ruang publik digital, menghargai perbedaan, taat hukum, serta menjunjung kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Semua analisis tersebut pada akhirnya bermuara pada penguatan empat konsensus dasar bangsa yang menjadi fondasi utama Indonesia, yaitu Pancasila sebagai ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai wadah negara yang berdaulat, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat keberagaman sosio-kultural. Menuju Indonesia Emas 2045, Gen Z akan menjadi penggerak utama roda kepemimpinan nasional.
Kunjungan ke Lemhannas RI mengingatkan bahwa ketahanan bangsa berakar dari kualitas pribadi setiap warganya, karena bangsa yang kuat lahir dari individu yang berkarakter. Ada tiga fondasi pribadi yang ditekankan untuk diperkuat seluruh mahasiswa, yakni kepemimpinan yang visioner, integritas dalam menyelaraskan perkataan dan perbuatan, serta karakter yang berlandaskan moral dan etika. Melalui diskusi interaktif dan pertukaran gagasan tersebut, rombongan Program Studi PPKN Universitas Lampung diharapkan pulang dengan membawa perspektif baru bahwa ketahanan nasional adalah kerja kolektif yang dinamis, di mana kedaulatan Indonesia di kancah global akan tetap berdiri tegak di tangan generasi muda yang sadar, peduli, dan berani beraksi. (CY/CHP)


