Peserta P4N Angkatan 70 Diharapkan Membentuk Arah Masa Depan Indonesia dalam Ketidakpastian Dunia
Berita & Artikel Selasa, 30 Juni 2026, 14:00Gubernur Lemhanas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si resmi membuka Upacara Pembukaan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 70 pada Selasa (30/6).
Gubernur Lemhannas RI dalam sambutannya menyatakan bahwa pendidikan di Lemhannas RI memegang peran yang sangat penting dalam konteks ketahanan nasional. Di tengah dunia yang semakin kompleks dengan tantangan multidimensi, ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, daya saing ekonomi, ketangguhan sosial budaya, keteguhan ideologi, serta kemampuan politik dalam menjaga persatuan dan kedaulatan negara.
Penyelenggaraan P4N Angkatan 70 Lemhannas RI mengangkat tema “Pemantapan Kapasitas Pimpinan Tingkat Nasional Guna Mendukung Asta Cita dalam rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan tantangan kepemimpinan ke depan, yaitu bangsa Indonesia harus menyiapkan pemimpin yang mampu menghadapi dinamika lingkungan strategis, baik di tingkat nasional, regional, maupun global. “Seorang pemimpin tingkat nasional tidak cukup hanya menguasai satu bidang atau sektor tertentu, tetapi harus mampu melihat persoalan bangsa dari berbagai dimensi secara menyeluruh,” ujar Gubernur Lemhannas RI.
Bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai isu strategis, yakni dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia, seperti perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran yang lalu berpengaruh terhadap rantai pasok global. Selain itu, masih tersorot isu sosial ekonomi dengan adanya tingkat kemiskinan dan pengangguran di beberapa daerah, ketahanan pangan yang rentan, transformasi digital yang berkembang pesat, tetapi belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Adapun kualitas sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan untuk bersaing di tingkat global, polarisasi politik dan tantangan konsolidasi demokrasi yang dapat memengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa, serta krisis lingkungan hidup dan ancaman perubahan iklim yang berdampak langsung pada keberlanjutan pembangunan.
Dalam konteks tersebut, masyarakat perlu bersiap dengan dampak perubahan iklim dengan munculnya fenomena El Nino yang diperkirakan berkembang dari fase moderat hingga kuat yang memicu musim kemarau yang lebih kering dan berdurasi panjang hingga dapat berisiko kekeringan panjang dan kebakaran hutan dan dapat mempengaruhi ketahanan nasional.
Dalam menghadapi permasalahan-permasalahan tersebut, diperlukan kepemimpinan nasional yang tangguh, responsif, dan berorientasi pada mitigasi bencana, penguatan ketahanan daerah, serta sinergi antar pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh komponen bangsa dalam menjamin keselamatan rakyat dan keberlanjutan pembangunan nasional. Oleh karena itu, pola pikir kepemimpinan komprehensif, integral, dan holistik menjadi prasyarat mutlak bagi para kader pemimpin masa depan.
Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa pendidikan Lemhannas RI menjadi wahana strategis untuk membentuk pemimpin nasional yang memiliki kemampuan berpikir antisipatif (forward-looking), adaptif terhadap perubahan (adaptive leadership), serta mampu membaca arah pergeseran geopolitik dan geoekonomi global secara komprehensif. Para peserta akan dibekali kemampuan analisis strategis untuk merumuskan kebijakan yang tidak hanya reaktif terhadap isu aktual, tetapi juga proaktif dalam mengantisipasi risiko dan peluang masa depan.
Sejalan dengan itu, para peserta diarahkan untuk turut mendukung implementasi Asta Cita sebagai kerangka besar transformasi Indonesia menuju kemandirian, kedaulatan, dan kemajuan yang berkelanjutan. Pendidikan ini tidak hanya menitikberatkan pada penguatan sektor-sektor strategis seperti pangan, energi, dan industri, melainkan juga transformasi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik di tingkat regional maupun global.
Melalui proses pendidikan di Lemhannas RI, peserta diharapkan tidak hanya menjadi manajer birokrasi, tetapi juga menjadi arsitek kebijakan strategis yang mampu mengintegrasikan perspektif nasional, regional, dan global secara utuh. Sehingga akan lahir pemimpin yang tidak hanya mampu menjawab tantangan masa kini, tetapi juga membentuk arah masa depan Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian dunia yang terus berubah.
Selama lima setengah bulan ke depan, para peserta akan menerima materi terkait wawasan kebangsaan, kepemimpinan nasional, ketahanan nasional, geopolitik, dan geostrategis melalui pendekatan Asta Gatra. Pembekalan tersebut juga dilengkapi dengan rangkaian program pembelajaran, diskusi, dan kajian strategis yang mencakup berbagai isu strategis, antara lain penguatan integritas dan antikorupsi, komunikasi publik, transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola, hilirisasi industri, digitalisasi pemerintahan, hingga konsolidasi demokrasi, guna memahami sekaligus mengimplementasikan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menutup sambutannya, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta dan berharap para peserta dapat kembali ke instansi masing-masing sebagai kader pimpinan tingkat nasional yang berkualitas. “Saya juga berharap, setelah menyelesaikan pendidikan ini, para peserta akan kembali ke instansi/lembaga masing-masing sebagai kader pimpinan tingkat nasional yang memiliki kualifikasi kepemimpinan strategis nasional, yang mampu memberikan nilai tambah, menggerakkan organisasi, dan memperkuat tata kelola pemerintahan sesuai peran dan fungsinya sebagai pejabat strategis di lingkungan institusinya masing-masing,” pungkas Gubernur Lemhannas RI.
P4N Angkatan 70 Lemhannas RI diikuti sebanyak 110 peserta yang terdiri dari TNI sebanyak 54 peserta, Polri sebanyak 31 peserta, Kementerian sebanyak 10 peserta, Lembaga Negara sebanyak 4 orang, Lembaga Pemerintah Non Kementerian sebanyak 8 peserta, Kepemerintahan Daerah sebanyak 1 orang, Lembaga Pendidikan sebanyak 1 orang, dan Organisasi Masyarakat sebanyak 1 orang. (SP/CHP)


