Penataran Istri/Suami Peserta P4N Angkatan 69 Resmi Berakhir

Berita & Artikel Senin, 6 Juli 2026, 10:00

Wakil Gubernur Lemhannas RI Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma, S.E., M.M., M.Sc. menutup kegiatan Penataran Istri/Suami Peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 69 pada Senin, (6/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pendidikan yang bertujuan memperkuat pemahaman para pendamping peserta mengenai wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, serta peran strategis keluarga dalam mendukung kepemimpinan nasional.

Penataran yang berlangsung selama enam hari, sejak 29 Juni hingga 6 Juli 2026, diikuti oleh 109 peserta yang terdiri atas 100 istri dan 9 suami peserta P4N Angkatan 69. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta memperoleh 13 materi pembekalan yang disampaikan oleh berbagai narasumber. Pembekalan yang diberikan meliputi materi wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, moral, etika, serta berbagai isu strategis yang berkembang di tingkat nasional maupun global sebagai bekal dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang. Para peserta Penataran juga mengikuti kegiatan widyawisata ke KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat dan KRI Dewaruci sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Dalam sambutan penutupan yang dibacakan Wakil Gubernur Lemhannas RI, disampaikan bahwa penataran ini tidak hanya bertujuan menambah wawasan para peserta, tetapi juga membangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendukung keberhasilan seorang pemimpin. Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Lemhannas RI menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak dapat dipisahkan dari dukungan keluarga sebagai pendamping utama. "Keberhasilan seorang pemimpin tidaklah akan terlepas dari dukungan istri ataupun suami sebagai pendamping utama,” ucap Wakil Gubernur Lemhannas RI.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tantangan bangsa yang semakin kompleks menuntut seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan, karakter kebangsaan, serta semangat gotong royong. Oleh karena itu, pengamalan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika penting dipahami para peserta penataran sebagai landasan dalam menjaga keutuhan bangsa serta memperkokoh ketahanan nasional.

Selain memperluas wawasan kebangsaan, penataran ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpeserta sehingga terbangun jejaring silaturahmi yang kuat. Semangat kebersamaan yang telah terjalin selama kegiatan diharapkan dapat terus dipelihara sebagai bagian dari keluarga besar alumni Lemhannas RI yang memiliki komitmen untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Pada akhir kegiatan, Wakil Gubernur Lemhannas RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian penataran dengan penuh disiplin, semangat, dan antusiasme. Diharapkan para peserta penataran dapat mengimplementasikan pengetahuan dan nilai-nilai yang telah diperoleh dalam kehidupan keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat. Dukungan keluarga yang kuat diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membentuk kepemimpinan nasional yang berintegritas, berkarakter, serta mampu menghadapi berbagai tantangan bangsa di masa depan. “Ini adalah fondasi untuk memperkokoh kesatuan, mencegah tumbuhnya sikap intoleran serta membangun karakter bangsa yang kuat dan juga berdaya saing,” ucap Wakil Gubernur Lemhannas RI. (MR/CHP)


Tag