Kunjungan Civitas Akademika Program Universitas Pendidikan Indonesia ke Lemhannas RI

Berita & Artikel Senin, 8 Juni 2026, 14:00

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menerima kunjungan civitas akademika Program Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada Senin (8/6). Kunjungan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya ketahanan nasional serta peran warga negara dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa di era globalisasi.

 Dalam kesempatan tersebut, Tenaga Profesional Bidang Geo Strategi dan Kewaspadaan Nasional Lemhannas RI Mayjen TNI (Purn) Dr. Kup Yanto Setiono, M.A. menyampaikan materi dengan judul “Memperkokoh Resiliensi Bangsa Melalui Manifestasi Komitmen Bela Negara”. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa ketahanan nasional merupakan keuletan dan ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Ketahanan nasional menjadi faktor penting untuk menjamin keberlangsungan hidup bangsa Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Mayjen TNI (Purn) Dr. Kup Yanto Setiono, M.A. juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tidak lagi terbatas pada aspek militer. Perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai tantangan baru, seperti penyebaran disinformasi, radikalisme, serangan siber, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan politik. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan memperkuat ketahanan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI (Purn) Dr. Kup Yanto Setiono, M.A. menegaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan hak sekaligus kewajiban seluruh warga negara. Bentuk bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai peran sesuai profesi dan bidang masing-masing, mulai dari dunia pendidikan, ekonomi, sosial, hingga teknologi. Menurutnya, setiap warga negara memiliki kontribusi dalam menjaga kedaulatan dan masa depan bangsa.

Menurut Mayjen TNI (Purn) Dr. Kup Yanto Setiono, M.A., penguatan ketahanan nasional tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. “Warga negara harus menjadi bagian dari sistem negara yang kita bangun,” kata Mayjen TNI (Purn) Dr. Kup Yanto Setiono, M.A. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk turut berkontribusi dalam pembangunan serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Mayjen TNI (Purn) Dr. Kup Yanto Setiono, M.A. juga mengajak mahasiswa untuk mengambil peran nyata dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Generasi muda dengan kemampuan akademik yang dimiliki diharapkan mampu menghadirkan solusi dan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat. “Ini kerja kita juga, bukan hanya kerja pemerintah saja, ini yang dimaksud agent of change,” tegas Mayjen TNI (Purn) Dr. Kup Yanto Setiono, M.A.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa ketahanan nasional tidak dapat terwujud tanpa partisipasi aktif warga negara. Mahasiswa diharapkan mengerti pentingnya meningkatkan kompetensi diri, menjaga kebhinnekaan, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta menumbuhkan semangat bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045. (ZA/CHP)


Tag