Wakil Presiden Bicara Ketahanan Pangan kepada Peserta P3N Angkatan 27 dan P4N Angkatan 69 Lemhannas RI
Berita & Artikel Rabu, 3 Juni 2026, 14:00Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka memberikan pembekalan kepada para peserta P3N Angkatan 27 dan P4N Angkatan 69 Lemhannas RI di Istana Wapres, pada Rabu (3/6). Pada kesempatan tersebut, Wakil Presiden RI menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan dan transformasi digital merupakan dua pilar penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Pada bidang ketahanan pangan, Wakil Presiden RI menekankan perlunya ada perbaikan swasembada pangan dari hulu sampai ke hilir, mulai dari tata kelola pupuk, irigasi, pembibitan, dan mekanisme pertanian. Menurutnya, swasembada pangan merupakan agenda strategis nasional yang harus terus didorong secara konsisten. “Saya titip ke bapak ibu semua sebagai calon pimpinan nasional, ini harus ada kepekaan, peka terhadap apa yang terjadi di akar rumput,” ujar Wakil Presiden RI.
Lebih lanjut, Wakil Presiden RI juga menyoroti pentingnya diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Hal tersebut sejalan dengan berbagai sumber pangan lokal yang berpotensi menjadi komoditas unggulan dunia.
Sumber bahan pangan lokal, seperti porang, sukun, daun kelor, hingga rumput laut merupakan superfoodyang memiliki nilai ekonomi tinggi dan diminati pasar internasional. Wakil Presiden RI menyampaikan saat ini, ada pergeseran tren menuju gaya hidup sehat sehingga memberi peluang besar bagi Indonesia.
Mengenai potensi ekonomi biru, Wakil Presiden RI mengatakan Indonesia memiliki keunggulan pada produksi rumput laut yang termasuk terbesar di dunia. Namun, pengembangan industri hilir masih perlu diperkuat agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Presiden RI menyampaikan banyak tantangan yang terjadi pada ekonomi Indonesia. Dibalik tantangan pada ekonomi Indonesia, digitalisasi adalah kunci untuk membuat sistem birokrasi lebih efisien, pungutan liar, hingga premanisme. Dikatakan oleh Wakil Presiden RI, untuk meningkatkan digitalisasi pada ekonomi, pemerintah menghadirkan berbagai platform, seperti OSS, e-catalog, dan GovTech yang harus terus diperkuat agar mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
“Digitalisasi adalah instrumen penting untuk memangkas birokrasi yang berbelit, mencegah pungutan liar, meningkatkan transparansi, serta mengurangi potensi korupsi. Karena itu, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), harus terus didorong,” ujar Wakil Presiden RI.
Menutup paparannya, Wakil Presiden RI berharap peserta pendidikan Lemhannas RI sebagai calon pemimpin nasional dapat lebih aktif dan mampu berkolaborasi antar sektor untuk meningkatkan kemajuan negara Indonesia. Wakil Presiden berpesan, selain peka terhadap kondisi terkini, peserta juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik agar setiap mengeksekusi kebijakan dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan dapat diterima masyarakat.
“Sekali lagi saya ucapkan selamat. Selamat bertugas dan selamat berkontribusi untuk Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya. (SP/CHP)


