Lemhannas RI Menerima Kunjungan Australian Defence and Strategic Studies Course

Berita & Artikel Senin, 11 Mei 2026, 10:00

Lemhannas RI menerima kunjungan dari Australian Defence and Strategic Studies Course (DSSC) di Ruang Nusantara II, Gedung Trigatra, pada Senin (11/5). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Tenaga Profesional Bidang Geopolitik Lemhannas RI Drs. M. Rifqi Muna, MDefStu., PhD.

Kunjungan DSSC tersebut dipimpin oleh Direktur DSSC Cameron Lee Neill. “Peluang yang dihadirkan melalui kunjungan seperti ini memungkinkan kami untuk semakin mempererat hubungan dengan sahabat-sahabat kami di Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Rifqi Muna membahas tentang Penilaian Strategis Indonesia terhadap Kerja Sama Pertahanan Regional dan Peran Kebijakan Pertahanan. Dikatakan oleh Rifqi Muna, bahwa Indonesia dan Australia tidak hanya dekat  secara geografis, melainkan berbagi batas maritim yang sangat panjang, juga berada di kawasan dengan dinamika yang mendorong negara-negara di dalamnya untuk saling berkolaborasi dan bekerja sama.

“Saya rasa saat ini Indonesia dan Australia bukan lagi "tetangga yang asing". Kita adalah tetangga, kita adalah sahabat, kita memiliki hubungan yang baik, dan kita telah mampu mengembangkan kerja sama kita menuju keamanan dan pertahanan bersama,” kata Rifqi Muna. 

Lebih lanjut, Rifqi Muna menyampaikan pendekatan keamanan Indonesia kini lebih komprehensif dan sejalan dengan pergerakan dunia yang beralih dari keamanan militer murni ke aspek keamanan non-militer atau non-tradisional. Selain itu, Indonesia telah memasuki lingkungan baru dengan teknologi yang berubah sangat cepat dengan sistem otonom dan sistem digital atau disebut revolusi industri 4.0. Teknologi tersebut mulai diadopsi ke dalam militer sebagai cara baru dalam merumuskan kebijakan pertahanan.

Disampaikan oleh Rifqi Muna, Indonesia menaruh perhatian serius pada revolusi teknologi baru dan penerapannya dalam teknologi pertahanan. Hal tersebut juga berkaitan dengan pandangan geopolitik Indonesia yang tidak lagi sekadar pendekatan fisik wilayah darat, tetapi telah meluas ke aspek geopolitik teknologi.

Dalam hubungan internasional, Indonesia melihat teknologi pada lanskap global telah menjadi bagian dari isu geopolitik, terutama ketika menyoroti hubungan antara negara-negara besar dan kekuatan-kekuatan baru. Di sisi lain, Australia juga menaruh perhatian pada isu-isu tersebut. Rifqi Muna menyoroti pendekatan proaktif yang dilakukan Australia terhadap isu sistem digital, terbukti dengan langkah Australia dalam menunjuk Duta Besar Khusus untuk Ruang Siber (Ambassador-at-large for Cyberspace). 

Menutup dialognya, Rifqi Muna menyampaikan hubungan Australia-Indonesia, khususnya di bidang keamanan dan pertahanan, telah meningkat secara substansial. Menurutnya, fondasi untuk kerja sama yang lebih besar sudah terbangun kokoh, terlihat dari hubungan antar-masyarakat (people-to-people relations) yang juga terjalin dengan sangat baik. (SP/CHP)


Tag