Lemhannas Goes To Campus: Membentuk Generasi Muda Universitas Warmadewa yang Berakar pada Budaya dan Berwawasan Global

Berita & Artikel Selasa, 1 September 2026, 12:00

Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. kembali memberikan kuliah umum pada kegiatan Lemhannas Goes to Campus yang merupakan bagian dari program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan di Universitas Warmadewa (Unwar), Bali, pada Selasa (1/9). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKBM) Unwar.

Kegiatan PKKMB di kehidupan kampus, menurut Gubernur Lemhannas RI, bukan hanya sekedar pengenalan kampus, melainkan gerbang menuju komunitas akademik untuk mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan berkarakter kebangsaan dalam menyongsong Indonesia emas 2045. Sejalan dengan hal tersebut, Unwar diharapkan menjadi intelektual yang "Berakar pada Budaya, Berwawasan Global”, yaitu unggul secara keilmuan, memiliki kepekaan sosial yang tinggi, menjaga harmoni alam, dan siap mengabdi demi kemajuan peradaban bangsa.

“Salah satu hal yang perlu kita tekankan di dalam diri kita sebagai sebuah bangsa adalah bahwa kita harus membangun ketahanan nasional,” ujar Gubernur Lemhannas RI. Gubernur Lemhannas RI menekankan bahwa membangun ketahanan nasional merupakan upaya untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Pancasila perlu ditanamkan sebagai landasan ideologi negara, lalu Undang-Undang Dasar 1945 sebagai rujukan di dalam sistem pemerintahan, kemudian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus senantiasa dipertahankan, dan perlu membangun suatu pemahaman bahwa kekuatan bangsa Indonesia berasal dari kemajemukannya.

Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan filosofi masyarakat Bali, yakni Tri Hita Karana yang memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai Pancasila. Tri Hita Karana yang menjadi salah satu identitas kultural Bali mengajarkan tiga prinsip utama, yakni parahyangan, pawongan, dan palemahan. Parahyangan menekankan hakikat hubungan antara manusia dengan Tuhan. Pawongan mengajarkan pentingnya membangun kerja sama sesama manusia. Sedangkan palemahan menekankan pentingnya menjaga hubungan antara manusia dengan alamnya. 

Oleh karena itu, Tri Hita Karana ini merupakan fondasi kultural nyata yang membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila selaras dengan budaya, terutama budaya masyarakat Bali. “Karena itu, adik-adik sekalian, kita harus bumikan Pancasila. Pancasila bukan hanya sekadar kita ucapkan, kita hafalkan, tetapi Pancasila itu harus kita amalkan di dalam kehidupan kita sehari-hari,” tegas Gubernur Lemhannas RI.

Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki kesadaran geopolitik, di mana Indonesia merupakan bagian dari persaingan dan kerja sama antarnegara. Untuk menghadapi persaingan antarnegara, Gubernur Lemhannas RI berpesan kepada seluruh mahasiswa agar mampu membentuk karakter berpikir kritis, bertanggung jawab, memiliki integritas yang tinggi, memiliki kesadaran geopolitik, serta memiliki kesadaran wawasan kebangsaan.

Dalam mewujudkan transformasi peran mahasiswa, Gubernur Lemhannas RI berpesan kepada seluruh mahasiswa baru Unwar agar mampu berperan sebagai pencipta lapangan kerja. Selain itu, Gubernur Lemhannas RI juga berharap mahasiswa Unwar dapat berperan sebagai inovator yang mampu menyelesaikan masalah dan menjadi agen perubahan di tengah kondisi dunia yang selalu mengalami perubahan.

Sebagai calon pemimpin nasional, Gubernur Lemhannas RI berpesan kepada seluruh mahasiswa Unwar agar menjadikan masa kuliah sebagai wadah untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, mengasah kepemimpinan, serta memperkuat komitmen kebangsaan, lalu mampu menjadi generasi pembawa perubahan, menjadi pembelajar sepanjang hayat, berpikir kritis, memiliki integritas, merawat persatuan dan selalu mencintai Indonesia. “Saya berharap perguruan tinggi ini menjadi bagian dalam membentuk karakter, watak, kepribadian, dan jiwa nasionalisme generasi muda guna mempersiapkan Indonesia Emas 2045,” pungkas Gubernur Lemhannas RI. (SP/CHP)


Tag