PPNK Kolaboratif dengan PTC Diharapkan Jadi Titik Awal Sinergi Berkelanjutan

Berita & Artikel Senin, 3 Agustus 2026, 11:00

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia secara resmi membuka Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-120 Kolaboratif Tahun 2026 di Lapangan Tengah Lemhannas RI, pada Senin (3/8). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI dengan PT Pertamina Training & Consulting (PTC) tersebut mengangkat tema “Membangun Kemandirian Bangsa Memasuki Asta Cita guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.

PPNK Kolaboratif angkatan ke-120 ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, dimulai dari tanggal 3 hingga 9 Agustus 2026. Sebanyak 62 peserta yang terdiri dari 46 pria dan 16 wanita mengikuti program ini dengan metode pelatihan terpadu yang mencakup ceramah, diskusi panel, diskusi kelompok, diskusi antar kelompok, hingga mancakrida (outbond). Pelaksanaan materi kelas dipusatkan di Lemhannas RI Jakarta, sementara kegiatan mancakrida dilaksanakan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor.

Gubernur Lemhannas RI  Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si., bertindak langsung sebagai inspektur upacara pembukaan PPNK Kolaboratif angkatan ke-120. Dalam amanatnya, Gubernur Lemhannas RI menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang berada pada momentum kritis yang menentukan peta masa depan bangsa. 

Di tengah meningkatnya kemajuan teknologi dan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dunia industri nasional dihadapkan pada eskalasi dinamika geopolitik global, transisi energi, fluktuasi harga minyak dunia, disrupsi teknologi, serta ketidakpastian rantai pasok. Kondisi ini menuntut tersedianya sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing tinggi, sekaligus karakter kebangsaan yang kokoh demi menjaga ketahanan nasional dan ketahanan energi.

Melalui kerja sama Lemhannas RI dengan PTC, program PPNK Kolaboratif menjadi wujud sinergi antara pembinaan nilai-nilai kebangsaan dengan pengembangan sumber daya manusia guna mendukung peran strategis PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan energi nasional. “Melalui pengembangan kompetensi, pelatihan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, diharapkan terbentuk insan-insan profesional yang memiliki integritas, nasionalisme, dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan sektor energi maupun pembangunan nasional,” ujar Gubernur Lemhannas RI.

Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI menyebutkan tiga poin utama dalam pembangunan sumber daya nasional. Pertama adalah orientasi pengembangan SDM tidak boleh berfokus pada peningkatan kompetensi teknis semata, melainkan harus mencakup pembentukan karakter, etika dan wawasan kebangsaan. Kedua, setiap profesional dituntut menjadi agen perubahan yang mampu melahirkan inovasi dengan tetap menjunjung tinggi integritas untuk mendukung ketahanan energi secara efektif, efisien dan berkelanjutan. Lalu yang ketiga adalah kolaborasi antara lembaga negara, dunia usaha dan lembaga pengembang human capital perlu diperkuat melalui program pelatihan, pengembangan kompetensi, konsultasi, dan pendampingan secara berkesinambungan agar terbentuk SDM yang siap menjawab tantangan transisi energi, berdaya saing global, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan.

Melalui program yang terselenggara, Gubernur Lemhannas RI menghimbau PT Pertamina (Persero) yang dalam penyelenggaraannya diwakili oleh PTC, beserta seluruh jajarannya untuk menjadikan PPNK Angkatan ke-120 ini sebagai titik awal sinergi berkelanjutan, memperkuat kerja sama dalam merancang pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, tantangan global, dan prioritas pembangunan nasional, serta mengutamakan pendidikan kebangsaan, integritas, etika profesional, dan kepemimpinan yang berkarakter.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Lemhannas RI mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian program dengan kesungguhan, motivasi tinggi, serta keaktifan dalam berdiskusi. Pengetahuan dan nilai-nilai kebangsaan yang diperoleh selama satu pekan diharapkan dapat diimplementasikan secara konkret di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna memperkuat daya saing industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.   

Turut hadir dalam upacara tersebut, Wakil Gubernur RI Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma, S.E., M.M., M.Sc., Sekretaris Utama Komisaris Jenderal Polisi R.Z. Panca Putra S., Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Mayor Jenderal TNI Raden Erwin Slamet, para Deputi, Tenaga Pengajar, Tenaga Pengkaji dan Tenaga Profesional di lingkungan Lemhannas RI.

Dari jajaran Pertamina Group, acara dihadiri oleh Senior Vice President Pertamina Corporate University Rofi Hafiz, Direktur Utama PTC Muhammad Syafran Fauzani, Komisaris PTC Muhammad Asrian Mirza dan Direktur Operasi dan Pemasaran PTC Yudi Sumantri. (CY/CHP)


Tag