Gubernur Lemhannas RI: Gen Z, Arsitek Utama Membangun Masa Depan Indonesia

Berita & Artikel Rabu, 5 Agustus 2026, 15:00

Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. berkesempatan menyampaikan pidato kunci pada kegiatan Seminar Kebangsaan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro (Undip), pada Rabu (5/8). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Nasionalisme dan Geopolitik: Urgensi dan Metode Pembelajaran untuk Generasi Z di Era Demokrasi Digital”.

Gubernur Lemhannas RI menyampaikan, persaingan antarnegara tidak lagi hanya berlangsung dalam dimensi militer atau ekonomi, melainkan telah meluas ke bidang teknologi, kecerdasan artifisial, keamanan siber, penguasaan data, ruang informasi, hingga perebutan pengaruh di ruang digital. Dinamika geopolitik saat ini telah bergerak begitu cepat sehingga batas antara isu nasional dan global menjadi semakin tipis.

Selain itu, struktur demografi dunia saat ini mengalami perubahan yang signifikan. Komposisi dari generasi Z dan milenial menduduki populasi tertinggi pada jumlah penduduk. Saat ini, Indonesia sedang berada pada puncak bonus demografi.

Sejalan dengan hal tersebut, kekuatan bangsa pada abad ke-21 akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. “Bangsa yang mampu melahirkan manusia-manusia unggul, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki integritas yang kuat, akan menjadi bangsa yang mampu bertahan sekaligus memenangkan persaingan global,” ujar Gubernur Lemhannas RI.

Menurut Gubernur Lemhannas RI, investasi terbesar bangsa Indonesia bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik, melainkan pembangunan manusia Indonesia. SDM Indonesia harus dibentuk menjadi manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, kokoh secara moral, bijaksana dalam mengambil keputusan, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah dan budaya yang beragam. Untuk mengelola modal bangsa tersebut, Indonesia memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, berkarakter negarawan, patriotik, dan berintegritas agar tidak ada penyalahgunaan ilmu pengetahuan, mampu menguasai teknologi dengan bijaksana, dan dapat membawa bangsa Indonesia bersaing di tengah revolusi teknologi yang semakin cepat.

Dikatakan oleh Gubernur Lemhannas RI bahwa generasi Z memiliki posisi yang sangat strategis dalam perjalanan bangsa. Ketika Indonesia memasuki usia satu abad kemerdekaan pada tahun 2045, generasi Z mengambil peran sebagai pengambil keputusan di berbagai bidang kehidupan, seperti menjadi pemimpin pemerintahan, akademisi, diplomat, pengusaha, ilmuwan, perwira TNI dan Polri, serta pemimpin masyarakat.

Dalam menyiapkan kualitas SDM Indonesia sejak dini, pendidikan tinggi memiliki peran yang sangat strategis. Perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi harus mampu membentuk pemimpin masa depan yang berpikir sistemik, berpandangan jauh ke depan, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki keberanian moral untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Mahasiswa harus dibentuk menjadi job creator, inovator, problem solver, dan agen perubahan yang mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan bangsa.

Oleh karena itu, Lemhannas RI memandang bahwa penguatan nasionalisme harus berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan nasional. Nasionalisme bukan sekadar kebanggaan terhadap simbol-simbol negara, melainkan komitmen untuk menjaga kepentingan nasional melalui karya, inovasi, kepemimpinan, dan pengabdian. 

Gubernur Lemhannas RI mengajak seluruh perguruan tinggi, para dosen, peneliti, mahasiswa, pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem pembelajaran yang mampu melahirkan generasi Indonesia yang unggul secara intelektual, tangguh secara karakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki wawasan geopolitik yang kuat. Menurutnya, mahasiswa perlu dilatih menganalisis berbagai isu strategis nasional maupun global melalui simulasi, diskusi kebijakan publik, pemanfaatan teknologi digital, laboratorium kebangsaan, hingga pengabdian kepada masyarakat. 

Gubernur Lemhannas RI meyakini, jika SDM yang berkualitas berhasil dibangun, karakter kebangsaan berhasil diperkuat, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dikembangkan, serta menanamkan semangat nasionalisme yang adaptif terhadap perubahan zaman, maka Indonesia tidak hanya akan menjadi negara maju, tetapi juga menjadi bangsa yang berdaulat, berdaya saing global, dan memiliki ketahanan nasional yang tangguh. “Mari kita jadikan generasi Z bukan sekadar saksi perjalanan menuju Indonesia emas 2045, tetapi sebagai arsitek utama yang membangun masa depan Indonesia dengan ilmu pengetahuan, integritas, inovasi, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkas Gubernur Lemhannas RI.

Seminar kebangsaan tersebut dihadiri oleh Guru PPKN bagi SMA/SMK/MA se-kota Semarang, Dosen PKN Undip, Dosen PKN Universitas Negeri Semarang, Dosen PKN Universitas Pancasakti Tegal, Pengurus Organisasi Mahasiswa Undip dan kampus lainnya serta Siswa Pengurus OSIS SMA/SMK/MA di kota Semarang. (SP/CHP)


Tag