Gubernur Lemhannas RI Tekankan Pentingnya Karakter Kebangsaan kepada Mahasiswa PKKMB UNS
Berita & Artikel Selasa, 11 Agustus 2026, 15:00“PKKMB Universitas Sebelas Maret bukan hanya sekadar pengenalan terhadap dunia kampus, melainkan gerbang menuju komunitas akademik untuk mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan berkarakter kebangsaan dalam menyongsong apa yang kita sebut Indonesia emas 2045,” kata Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. dalam kegiatan Lemhannas Goes to Campus pada Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, pada Selasa (11/8). Gubernur Lemhannas RI berharap UNS dapat menjadi lembaga pendidikan yang juga menjadi pusat pembentukan karakter kebangsaan.
Gubernur Lemhannas RI menekankan bahwa karakter kebangsaan penting demi memperkuat rasa nasionalisme. Hal tersebut sejalan dengan dunia yang berubah dengan cepat. Seluruh mahasiswa UNS yang hadir, kelak akan menjadi pemimpin, baik organisasi, komunitas, maupun lembaga pemerintah pusat/daerah. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus mampu membaca perubahan dunia yang disebut geopolitik.
Geopolitik adalah cara suatu negara memahami lingkungan strategisnya, mengelola sumber daya yang dimilikinya, membangun kekuatan nasional, dan menentukan langkah terbaik untuk mencapai kepentingan nasional. Adapun di era digital saat ini, geopolitik juga hadir di ruang kelas, laboratorium, pusat riset, perusahaan rintisan, bahkan di telepon genggam sehari-hari.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI mengatakan kunci kekuatan sebuah bangsa terletak pada kemampuannya untuk terus menjaga dan memperkuat nasionalisme. Menyoroti kondisi dunia yang tanpa batas dan menjadi bagian dari masyarakat global, bukan berarti menjadikan sebuah bangsa kehilangan identitas kebangsaannya. “Karena itu, adik-adik sekalian penting untuk tetap mencintai bangsa ini. Tidak ada negara yang maju kecuali negara itu cinta terhadap tanah airnya. Bangsa yang kehilangan jati dirinya akan mudah kehilangan arah,” tegas Gubernur Lemhannas RI.
Dalam konteks tersebut, generasi muda memiliki posisi yang strategis sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu bangsa yang berani mengambil risiko dan menyuarakan kemerdekaan Indonesia, seperti organisasi Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda, Proklamasi, dan Reformasi 1998. Sejalan dengan hal tersebut, peran mahasiswa sangat penting untuk menjadi penggerak perubahan bangsa Indonesia.
Menjawab berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa sebagai bagian dari pemuda Indonesia, diperlukan kesadaran yang tinggi akan pentingnya sebuah bangsa dalam mengoptimalkan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki. Jika SDA Indonesia yang melimpah dapat dikelola dengan baik dan didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, Gubernur Lemhannas RI percaya Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan maju.
Oleh karena itu, membangun ekosistem pembelajaran guna membentuk generasi Indonesia yang unggul menjadi hal mutlak bagi Perguruan Tinggi. Perguruan Tinggi memiliki posisi yang sangat sentral dan perlu berkolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, media, serta dunia usaha/industri untuk melahirkan generasi unggul dalam intelektual, tangguh, dan berwawasan geopolitik yang kuat. UNS diharapkan tidak hanya mencetak lulusan yang menguasai teori, tetapi juga harus membentuk pemimpin masa depan yang berpikir sistemik, berpandangan jauh ke depan, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki keberanian moral.
Mengakhiri kuliah umumnya, Gubernur Lemhannas RI berpesan kepada seluruh mahasiswa UNS agar menjadikan masa kuliah untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, mengasah kepemimpinan, dan memperkuat komitmen kebangsaan, lalu menjadi pembelajar sepanjang hayat, mampu berpikir kritis, memiliki integritas, merawat persatuan dan mencintai Indonesia. “Jadikan UNS sebagai rumah pembentuk karakter bangsa berlandaskan empat konsensus dasar bangsa untuk mencetak pemimpin nasional dalam mewujudkan Indonesia emas 2045,” pungkas Gubernur Lemhannas RI. (SP/CHP)




