Gubernur Lemhannas RI kepada Guru, Dosen, dan Widyaiswara: Jangan Pernah Lelah Membekali Diri
Berita & Artikel Rabu, 26 Agustus 2026, 15:00
“Dibutuhkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat untuk menjaga ketahanan nasional,” kata Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Hal tersebut disampaikan saat Gubernur Lemhannas RI memberikan pembekalan pada Pelatihan untuk Pelatih Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan ke-40 bagi dosen, guru, dan widyaiswara di Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (26/8).
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan pemantapan nilai-nilai kebangsaan adalah guna meningkatkan dan memantapkan wawasan kebangsaan sehingga terbentuk karakter kenegarawanan yang berlandaskan empat konsensus dasar bangsa. Para peserta juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam memperkuat persatuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menjelaskan bahwa Indonesia menjadi wilayah yang diperebutkan asing. Hal tersebut merupakan akibat dari posisi Indonesia yang berada dititik persilangan perekonomian dunia dengan keanekaragaman hayati yang kaya dan sumber daya alam yang melimpah.
Kondisi tersebut dihadapkan pada tantangan dinamika geopolitik global. Ketidakpastian global turut memengaruhi dimensi strategis berbangsa dan bernegara di berbagai belahan dunia. Kondisi dunia saat ini dipenuhi dengan ketidakstabilan, ketidakpastian, keambiguitasan, dan dipenuhi dengan kompleksitas. Hal tersebut menciptakan dunia yang rapuh, cemas, tidak linear, dan sulit dipahami.
Kemudian Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa disrupsi global yang terjadi merupakan pengaruh dari empat kekuatan besar, yakni urbanisasi, globalisasi, teknologi, dan struktur umur penduduk. Menyoroti faktor struktur umur penduduk, saat ini struktur demografi Indonesia didominasi oleh Generasi Z. Lahir di tengah digitalisasi, generasi Z menjadi generasi yang berhubungan erat dengan resonansi global gerakan sosial. Bahkan data Nezar menunjukkan pada 2025 gerakan Generasi Z menyebar hingga 22 negara di seluruh dunia. Menyoroti hal tersebut, Lemhannas RI menyadari bahwa diperlukan penguatan ketahanan nasional melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan. Penguatan nilai-nilai kebangsaan diharapkan akan membentuk karakter, watak, kepribadian, dan jiwa nasionalisme elemen bangsa guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menurut Gubernur Lemhannas RI, Indonesia harus memiliki ketahanan nasional yang tangguh dalam menjawab tantangan global. Ketahanan nasional yang tangguh tersebut tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga memerlukan kondisi dinamis bangsa dalam menjamin eksistensi, integritas, dan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. “Ketahanan nasional yang rapuh tidak akan dapat mewujudkan tujuan nasional,” ucap Gubernur Lemhannas RI.
Mengakhiri ceramahnya, Gubernur Lemhannas RI mengimbau seluruh peserta kegiatan untuk tidak lelah membekali diri, khususnya dalam tugas sebagai guru, dosen, dan widyaiswara. Diharapkan para peserta kegiatan dapat memegang ketahanan nasional sebagai Raksaka Dharma, yaitu Penjaga Nilai-Nilai Kebangsaan. “Jangan pernah lelah membekali diri, karena dari pelatihan inilah lahir para penggerak kebangsaan yang tangguh,” pungkas Gubernur Lemhannas RI. (NA/CHP)



