Lemhannas RI Selenggarakan Forum Komunikasi Ketahanan Nasional 2025

News & Article Tuesday, 09 December 2025, 12:00

Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhannas RI menyelenggarakan kegiatan Forum Komunikasi (Forkom) Ketahanan Nasional tahun 2025 di Ruang Konstitusi Gedung Trigatra, Lemhannas RI, pada Selasa (9/12). Kegiatan tersebut merupakan sarana komunikasi dari para pemangku kepentingan di bidang ketahanan nasional, khususnya akademisi dalam rangka membahas perkembangan ketahanan nasional sebagai rumpun ilmu di pendidikan tinggi dan relevansinya guna mendukung ketahanan pangan, energi dan maritim.

Ketahanan nasional merupakan konsep strategis yang menjadi tulang punggung bagi eksistensi dan keberlangsungan suatu bangsa. Ketahanan nasional memiliki urgensi yang dapat dikembangkan sebagai ilmu dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks dan penuh tantangan. Dengan mengintegrasikan berbagai disiplin, seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, ilmu ketahanan nasional menjadi fondasi kokoh bagi negara dalam menjaga integritas, kedaulatan, dan kesejahteraan rakyatnya.

Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menyampaikan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia akan selalu mengalami dinamika yang luar biasa dan dipengaruhi kondisi dalam negeri. Forkom Ketahanan Nasional yang diselenggarakan Lemhannas RI penting menjadi sarana bertukar pikiran bagi pengembangan konsepsi ketahanan nasional yang semakin dinamis.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan ketahanan nasional harus diperkuat dengan dukungan dan inovasi teknologi untuk menghadapi isu-isu regional, nasional, dan global. Forkom Ketahanan Nasional juga dilaksanakan sebagai wadah dari para insan akademik dalam menjaga ketangguhan ketahanan nasional dan sarana penyamaan persepsi dalam mengembangkan konsep ketahanan nasional serta upaya memperluas ketahanan nasional sebagai rumpun ilmu dengan mendirikan program studi ketahanan nasional di berbagai universitas. “Di samping itu, forkom ketahanan nasional ke depan diharapkan dapat mendorong lulusan program studi ketahanan nasional sebagai pilar strategis SDM unggul dalam menyukseskan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas tahun 2045,” Ujar Gubernur Lemhannas RI. 

Gubernur Lemhannas RI mengatakan pengembangan ketahanan nasional perlu dilandasi pada mindset outward looking. Potensi kerja sama dengan instansi, kampus maupun organisasi di luar negeri juga perlu dimaksimalkan sebagai upaya untuk mengembangkan ketahanan nasional sebagai konsepsi, dan juga memperluas networking. “Dengan begitu, kita akan belajar best practices bagaimana negara-negara sahabat dapat menciptakan ketahanan nasional yang tangguh, keamanan dan kesejahteraan di negerinya, sesuai dengan karakteristiknya masing-masing,” kata Gubernur Lemhannas RI.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional RI Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. Pada kesempatan tersebut, Arif Satria menyampaikan strategi konsolidasi riset nasional. Secara vertikal, strategi dapat diperkuat dengan melakukan riset dan inovasi daerah untuk menyelesaikan masalah-masalah lokal yang spesifik serta mengembangkan kawasan sains dan teknologi di daerah yang akan menjadi pilar ekonomi daerah dan menjembatani dunia riset dengan industri. Sedangkan secara horizontal, strategi dapat dilakukan dengan membangun sinergi dan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, khususnya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang membawahi perguruan tinggi, serta dunia usaha dan industri sebagai mitra strategis.

Untuk melajukan pertumbuhan ekonomi, kolaborasi antar pemangku kepentingan perlu dilakukan, yakni memajukan riset dan inovasi untuk produktivitas dan daya saing UMKM, memajukan riset dan inovasi industri/swasta di Indonesia serta memfasilitasi co-development teknologi maju dunia untuk masuk ke Indonesia. Adapun arah kebijakan riset dan inovasi yang disampaikan Arif Satria, yakni penguatan kapasitas SDM iptek dan tata kelola infrastruktur riset untuk mendorong produktivitas riset, akselerasi inovasi, serta peningkatan kolaborasi multipihak dalam ekosistem iptek dan inovasi, lalu penguatan penguatan kemitraan multipihak dalam pendanaan riset dan inovasi, lalu penguatan ekosistem intermediasi riset dan inovasi melalui pengembangan kawasan sains teknologi, hub tematik, dan kolaborasi serta melakukan peningkatan hilirisasi dan komersialisasi pemanfaatan riset dan inovasi secara luas oleh masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha.

Selain Arif Satria, Forkom tersebut juga menghadirkan beberapa narasumber lainnya, yaitu Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan Universitas Pertahanan RI Mayjen TNI Dr. Nugraha Gumilar, M.Sc., Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil., dan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, M.M. (SP/CHP)


Tag