Refleksi Akhir Tahun 2025, Gubernur Lemhannas RI Memandang Tahun 2026 untuk Memperkuat Daya Lenting Bangsa
News & Article Tuesday, 16 December 2025, 13:00Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menyampaikan Pernyataan Akhir Tahun dan Rumusan Arah Kebijakan Tahun 2026 yang bertempat di Ruang Dwi Warna Purwa, Gedung Panca Gatra pada Selasa (16/12). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI, Para Deputi Lemhannas RI, Wakil Koordinator Tenaga Pengajar (Wakor Tajar), Wakil Koordinator Tenaga Pengkaji (Wakor Taji), dan Wakil Koordinator Tenaga Profesional (Wakor Taprof).
“Refleksi akhir tahun ini menjadi momentum yang strategis, tidak hanya untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas capaian Lemhannas RI, tetapi juga untuk merumuskan arah kebijakan strategi dalam menghadapi tahun 2026 yang menuntut kerja semakin terkoordinasi, responsif, dan inovatif,” ujar Gubernur Lemhannas RI. Sepanjang tahun 2025, Lemhannas RI telah memenuhi empat tugas utama secara konsisten sebagai Center of Excellence, yaitu Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N), Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N), Pengkajian Strategik, Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan, dan Pengukuran Indeks Ketahanan Nasional.
Pada bidang pengkajian, Lemhannas RI melaksanakan kajian yang berfokus pada isu-isu fundamental ketahanan nasional, seperti geopolitik, geoekonomi, peningkatan kualitas SDM unggul berbasis science, technology, engineering, dan math (STEM), hilirisasi, konsolidasi demokrasi dan reformasi sistem politik di Indonesia. Hasil dari kajian strategis tersebut, menjadi masukan penting bagi Presiden, Kementerian/Lembaga dan para pemangku kepentingan nasional dalam menjaga stabilitas, memperkuat ketahanan, serta menavigasi peluang pembangunan.
Tugas selanjutnya adalah melaksanakan pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang tonggak penting dalam perluasan internalisasi nilai-nilai kebangsaan, serta pengukuran indeks ketahanan nasional dan kepemimpinan nasional yang terus dimutakhirkan dan diselaraskan dengan perkembangan zaman di tingkat global dan nasional.
Lemhannas RI melalui Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional mengukur bahwa ketahanan nasional Indonesia sepanjang tahun 2025 berada pada kondisi cukup tangguh dengan skor 2,84 dengan tren penguatan yang stabil. Berdasarkan refleksi strategis sepanjang tahun 2025, Lemhannas RI menyimpulkan bahwa stabilitas nasional secara umum tetap terjaga dalam bingkai konsolidasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam menghadapi tahun 2026, Indonesia masih diwarnai berbagai dinamika, meliputi rivalitas kekuatan besar, isu ketahanan nasional, perubahan iklim tetap yang menjadi tantangan multidimensional dan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Oleh karena itu, tahun 2026 harus menjadi tahun percepatan pembangunan nasional dan peningkatan peran diplomasi internasional. Ketahanan nasional yang cukup tangguh pada 2025 harus dijadikan modal strategis untuk memperkokoh karakter bangsa, menjaga keberlanjutan pembangunan, serta memperkokoh karakter bangsa, menjaga keberlanjutan pembangunan, serta memperluas kepemimpinan Indonesia di panggung internasional pada tahun-tahun mendatang.
“Tahun 2026 tidak boleh hanya dipandang sebagai kelanjutan agenda pembangunan, tetapi juga sebagai fase konsolidasi nasional untuk memperkuat daya lenting bangsa menghadapi ketidakpastian,” tegas Gubernur Lemhannas RI menutup pernyataan akhir tahun 2025. (SF/SP/CHP)






