Lemhannas Goes to Campus: Industri Pariwisata Menjadi Kekuatan Strategis Wujudkan Ketahanan Nasional
News & Article Thursday, 06 November 2025, 12:00Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menyelenggarakan kegiatan Lemhannas Goes to Campus bagi mahasiswa Batam Tourism Polytechnic (BTP) dan Institut Teknologi Batam (ITEBA) di Auditorium ITEBA pada Kamis (6/11). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Lemhannas Goes to Campus: Sinergi Teknologi dan Pariwisata untuk Ketahanan Nasional”.
Bidang pariwisata merupakan bagian integral dalam mewujudkan ketahanan nasional, khususnya dalam menjaga ketahanan ekonomi dan sosial budaya yang berkaitan erat dengan geopolitik global. “Geopolitik global telah mempengaruhi sendi kehidupan di berbagai belahan dunia,” ungkap Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Berbagai konflik di belahan dunia disertai dengan tantangan disrupsi teknologi merupakan hal penting yang akan mempengaruhi komoditas.
Industri pariwisata di Indonesia memiliki berbagai tantangan, yakni minimnya infrastruktur dan konektivitas antar wilayah, kapasitas SDM kurang memadai, dukungan pemerintah dan regulasi pusat-daerah yang tumpang tindih, minimnya investasi dan menurunnya daya beli masyarakat serta persaingan global yang semakin ketat diikuti dengan minimnya adaptasi digital. “Menjawab tantangan di atas, industri pariwisata harus menjadi kekuatan strategis dalam mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh,” tambah Gubernur Lemhannas RI.
Ketahanan nasional dimaknai sebagai Raksasa Dharma, yaitu Pancasila sebagai kompas moral, UUD 1945 sebagai refleksi kedaulatan rakyat, NKRI sebagai pijakan berbangsa dan bernegara, dan menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai lensa untuk memahami pluralitas dunia. Dikatakan oleh Gubernur Lemhannas RI, industri pariwisata yang tangguh merupakan bagian dari ketahanan nasional untuk mewujudkan Indonesia 2045. Untuk mempersiapkan industri pariwisata yang tangguh tersebut, dibutuhkan SDM yang unggul sebagai modal utama.
Lebih lanjut Gubernur Lemhannas RI menyampaikan pengaruh industri pariwisata terhadap ekonomi Indonesia, yakni menghasilkan devisa dari wisatawan mancanegara serta dari pajak dan retribusi aktivitas pariwisata. Adapun tantangan bagi generasi muda dalam bekerja di sektor pariwisata, di antaranya persaingan ketat dengan tenaga kerja lain, perubahan teknologi yang cepat dan dinamis, kurangnya pengalaman kerja, kurangnya kemampuan berbahasa asing, serta tuntutan kreativitas dan inovasi yang tinggi.
Sejalan dengan hal tersebut, sekolah pariwisata harus bisa mengolah kualitas SDMnya dalam mengatur produk jasa wisata dan inovasi industri wisata, membentuk kurikulum yang relevan dengan tuntutan industri pariwisata, harus mampu beradaptasi dengan persaingan dan tren industri, dan lainnya. Adanya tantangan dan pentingnya peran ketahanan nasional bagi industri pariwisata, Gubernur Lemhannas RI berharap mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam mampu menjadikan pariwisata sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan nasional menyongsong Indonesia emas 2045.
Kunjungan Lemhannas RI ke Batam membangkitkan rasa cinta tanah air di kalangan mahasiswa. Saat ditemui seusai kegiatan, para mahasiswa menyampaikan rasa puasnya atas penyelenggaraan acara tersebut. “Penyampaiannya sangat relevan dengan kehidupan generasi muda di era sekarang. Kami jadi paham bahwa ketahanan nasional itu bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga tertentu saja, tapi peran kita sebagai mahasiswa dan pemuda sangat penting untuk menjaga persatuan,” ujar salah satu mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam.
Lemhannas Goes to Campus telah meningkatkan kesadaran pada jiwa pemuda untuk siap menghadapi tantangan global dan tetap kokoh berpegang pada jati diri bangsa. Mereka berharap kegiatan Lemhannas Goes to Campus terus berlanjut agar banyak pemuda yang termotivasi dalam berperan membangun bangsa. (SF/SP/CHP)






