Gubernur Lemhannas RI Sampaikan Kesadaran Geopolitik dan Hubungan Kemitraan bagi Talent Development Senior Tanoto Foundation

News & Article Friday, 21 November 2025, 12:00

Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si hadir dalam kegiatan Talent Senior Seminar bertema The Silk Road Ports: Green and Smart Development yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation di Bungarampai Restaurant pada Jumat (21/11). Pemilihan tema The Silk Road Ports dinilai sangat tepat di tengah kondisi dan tantangan global saat ini. 

“Kondisi geopolitik sangat dinamis dan tidak baik-baik saja,” buka Gubernur Lemhannas RI. Geopolitik memegang peran penting dalam mempengaruhi ketahanan nasional. Lemahnya kemandirian suatu bangsa akan berdampak kepada kondisi ketahanan nasional yang merupakan kondisi dinamis bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan secara menyeluruh.

Ketahanan nasional tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mencakup ketangguhan moral, ideologi, sosial, ekonomi, teknologi, dan budaya. “Kekuatan bangsa yang sejati terletak pada kemampuannya menjaga stabilitas internal melalui kemandirian bangsa berdasarkan nilai-nilai kebangsaan yang dapat mewujudkan ketahanan nasional,” ujar Gubernur Lemhannas RI.

The Silk Road merupakan kebijakan BRI Indonesia-Tiongkok yang berkembang pada abad ke-2 SM hingga abad ke-14 SM yang memberikan banyak kemajuan. Tahun 2013, Tiongkok meluncurkan inisiatif baru yang dikenal dengan Belt and Road Initiative (BRI). Kerja sama BRI di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 2017 yang ditujukan pada pembangunan infrastruktur dan penyelarasan project BRI Tiongkok dengan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Bentuk kerja sama tersebut direalisasikan melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, peningkatan konektivitas, dan investasi.

Di Indonesia, kerja sama BRI tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi dan iklim investasi semata, namun telah menyentuh berbagai dimensi kehidupan sosial yang berdampak pada ketahanan nasional. Secara geopolitik, kerja sama BRI di Indonesia berdampak pada upaya mempererat hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok, dan hubungan antarnegara di kawasan ASEAN. 

Gubernur Lemhannas RI menyampaikan kerja sama BRI Indonesia-Tiongkok telah membawa dampak bagi kemajuan Indonesia, baik dari sisi ekonomi maupun hubungan bilateral. Untuk itu, perlu terus dilanjutkan melalui program jangka panjang yang disusun dengan baik atau sustainable program. Menutup pembekalannya, Gubernur Lemhannas RI menegaskan sustainable program dalam Pembangunan BRI Indonesia-Tiongkok diperlukan agar dapat meningkatkan dividen bagi kedua negara dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang nantinya mampu menjaga serta mewujudkan green development. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Head of Policy and Advocacy Tanoto Foundation Eddy Henry dan Wakil Duta Besar RI untuk Cina dr. Irene. (SF/SP/CHP)


Tag