Gubernur Lemhannas RI Ajak Mahasiswa Makassar Jadi Penjaga Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

13 August 2026
goes to campus makassar

Press Release

Nomor  : PR/55/VIII/2026

Tanggal: 13 Agustus 2026

Makassar — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., mengajak mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar agar tidak hanya menjadi penonton perubahan dunia, melainkan tampil sebagai penjaga ketahanan nasional dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

Hal ini disampaikan Ace saat memberikan Kuliah Umum bertajuk “Generasi Muda, Pancasila, dan Ketahanan Nasional: Menjawab Tantangan Era Global” dan "Dinamika Geopolitik, Kedaulatan Bangsa, dan Ketahanan Nasional — Menuju Indonesia Emas 2045" dalam program Lemhannas Goes to Campus di Universitas Hasanuddin dan UIN Alauddin Makassar, Kamis (13/8).

 

Ace menjelaskan bahwa dunia kini berubah sangat cepat, sehingga pemimpin, apa pun latar belakang keilmuannya, harus mampu membaca perubahan tersebut. Menurutnya, persaingan antarnegara kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan geopolitik dan geoekonomi, tetapi juga oleh penguasaan teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber, serta perebutan pengaruh di ruang digital.

 

"Geopolitik adalah cara suatu negara memahami lingkungan strategisnya, mengelola sumber daya yang dimilikinya, membangun kekuatan nasional, dan menentukan langkah terbaik untuk mencapai kepentingan nasional," ujar Ace.

 

Sebagai negara kepulauan strategis dan kaya akan sumber daya alam, lanjut Ace, Indonesia berada di titik persilangan ekonomi dunia sekaligus rawan diperebutkan oleh kekuatan asing. Sehingga, penguatan wawasan geopolitik menjadi penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan disrupsi teknologi di era Society 5.0, seperti masalah kesehatan mental, cyberbullying, dan ketergantungan gadget yang dapat menggerus kohesi sosial serta nasionalisme.

 

Ace turut menyinggung kedaulatan bangsa dalam konteks geopolitik, yakni kemampuan negara untuk bertahan di seluruh ruang hidupnya—darat, laut, udara, hingga cyberspace—termasuk aspek ekonomi, teknologi, pendidikan, dan lapangan kerja.

 

Mengutip Thomas R. Dye, ia menegaskan bahwa ancaman terhadap kedaulatan kini tidak lagi hanya militer, melainkan juga nonmiliter yang dapat memunculkan ketergantungan antaranegara dan berpotensi memicu polarisasi sosial serta fragmentasi internal.

 

Selain itu, Ace turut menyoroti bonus demografi Indonesia yang mencapai puncaknya pada 2020–2035, serta resonansi global generasi Z sebagai digital native yang tercermin dari gerakan sosial generasi muda di puluhan negara sepanjang 2025. Menjawab tantangan tersebut, ia mengajak mahasiswa untuk mewujudkan kemandirian bangsa demi ketahanan nasional yang dibangun dari delapan gatra (astagatra), meliputi geografi, demografi, sumber kekayaan alam, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan yang kemudian menjadi bekal bangsa dalam menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan demi menjamin eksistensi dan kelangsungan hidup berbangsa.

 

“Sebuah bangsa dan negara yang tangguh bukanlah yang tak pernah goyah, melainkan yang tahu bagaimana beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi setiap goncangan yang terjadi,” ujar Ace.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ketahanan nasional turut berperan sebagai raksaka dharma atau penjaga nilai-nilai kebangsaan, yaitu Pancasila sebagai kompas moral bangsa, UUD 1945 sebagai refleksi kedaulatan rakyat, NKRI sebagai harga mati, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai lensa untuk memahami pluralitas dunia.

 

“Pancasila adalah tanggung jawab kolektif seluruh bangsa Indonesia. Pancasila bukan hanya kewajiban pemerintah atau birokrasi semata, melainkan agenda kebudayaan yang melekat pada setiap warga negara," kata Ace.

 

Ia menambahkan bahwa membumikan Pancasila memerlukan peran strategis dari generasi muda dan institusi pendidikan, mulai dari penguatan kesadaran historis dan pembinaan karakter hingga internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap aktivitas di kampus.

 

Selain itu, Ace juga mendorong transformasi peran mahasiswa dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), inovator, dan problem solver, sekaligus agen perubahan, agar siap menjadi calon pemimpin nasional yang berkarakter kebangsaan, visioner, transformatif, dan adaptif.

 

Di penghujung kuliah umum, Ace menyampaikan tujuh pesan bagi mahasiswa Unhas dan UIN Alauddin Makassar, yaitu menjadikan masa kuliah untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, mengasah kepemimpinan, dan memperkuat komitmen kebangsaan; menjadi generasi yang terus membawa perubahan; menjadi pembelajar sepanjang hayat; berpikir kritis; bersikap dengan integritas; merawat persatuan; serta mencintai Indonesia.

 

"Indonesia membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral, berakar pada nilai-nilai kebangsaan, serta memiliki keberanian untuk memimpin perubahan," tutup Ace.

 

Program yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diikuti oleh lebih dari dua ribu mahasiswa baru, sementara kuliah umum kebangsaan di UIN Alauddin diikuti oleh ..... civitas akademika. 

 

Turut mendampingi Gubernur Lemhannas RI, yaitu Sekretaris Utama Lemhannas RI, Komjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA.; Deputi PPNK Lemhannas RI, Mayor Jenderal TNI Raden Djaenudin Slamet, S.E.; Tenaga Profesional Bidang Sosial Budaya Lemhannas RI, Tantri Relatami, S.Sos., M.I.Kom.; serta sejumlah pejabat struktural dan fungsional Lemhannas RI.

 

Hadir dalam kegiatan di Universitas Hasanuddin, antara lain Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.; Ketua Majelis Wali Amanat, Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si.; Ketua Senat Akademik Unhas, Prof. Dr. drg. Bahruddin Thalib, M.Kes., Sp.Pros(K); dan jajaran pejabat Unhas.

 

Sedangkan di UIN Alauddin, turut hadir Rektor UIN Alauddin Prof. H. Hamdan, M.A., Ph.D.; Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag.; Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan & Keuangan Prof. Dr. H. Andi Aderus, L.c., M.A.; Waakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr. H. Muhammad Halifah Mustami, S.Ag., M.Pd.; Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama & Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H. Muhammad Amri, L.c., M.A.; dan para dekan fakultas UIN Alauddin.

 

Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI

Brigadir Jenderal TNI Muhammad Arif Nur

Biro Humas Lemhannas RI

Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110 Telp. 021-3832108/09 http://www.lemhannas.go.id

Instagram : @lemhannas_ri

Facebook : lembagaketahanannasionalri

Twitter : @LemhannasRI

Youtube: Lemhannas RI