P3N Angkatan XXVII Resmi Dibuka, Gubernur Lemhannas RI Harapkan Peserta Memiliki Kompetensi Kepemimpinan Nasional
News & Article Monday, 09 February 2026, 10:00Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII di Ruang Dwi Warna Purwa pada Senin (9/2). Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan Lemhannas RI berperan sebagai kawah candradimuka bagi proses pembentukan pimpinan nasional.
Lemhannas RI didirikan Presiden Soekarno untuk mengintegrasikan berbagai komponen bangsa baik sipil maupun militer agar memiliki persepsi yang sama dalam menghadapi tantangan bagi bangsa serta sebagai manifestasi dari visi Presiden Soekarno untuk membentuk pemimpin-pemimpin bangsa yang memahami pentingnya geopolitik. Sejalan dengan hal tersebut, peserta P3N Angkatan XXVII harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang dinamika geopolitik global guna mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh.
Di Lemhannas RI, peserta akan didorong untuk menjadi seorang pemimpin yang berkarakter kebangsaan. Dikatakan oleh Gubernur Lemhannas RI, bahwa Lemhannas RI menjadi lembaga yang dituntut untuk membangun jejaring, kerja sama, kolaborasi dan menjauhi ego sektoral. “Lemhannas mendorong agar jejaring yang dibangun dengan berbagai elemen untuk memiliki satu persepsi yang sama guna memahami situasi global saat ini dan kita berharap di Lemhannas ini Bapak/Ibu bisa mencari pemikiran yang out of the box,” ujar Gubernur Lemhannas RI.
Saat ini, dunia berada pada era ketidakstabilan dan ketidakpastian. Berbagai tantangan mulai dari rivalitas negara adidaya, perang tarif resiprokal, dominasi negara adidaya, Belt And Road Initiative Tiongkok, konflik ASEAN, disrupsi teknologi, perubahan struktur demografi dunia, iklim hingga bencana alam telah memberikan dampak pada kondisi bangsa. Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia membutuhkan ketahanan nasional sebagai fondasi sebuah negara.
Ketahanan nasional diperlukan untuk menghadapi kondisi dinamis suatu bangsa dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara, serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. “Kita ingin mencapai apa yang menjadi visi masa depan kita, vision of what i want, yaitu mampu mengambil keputusan dengan melihat ke depan, mampu memperkirakan masa depan, mampu menganalisis situasi saat ini, dan merencanakan dan melakukan langkah-langkah strategis untuk meraih masa depan,” kata Gubernur Lemhannas RI.
Adapun kompetensi kepemimpinan yang diharapkan tumbuh dalam peserta sebagai pemimpin nasional, yakni mampu memiliki analisis strategis, mampu mengambil keputusan strategis dengan perencanaan yang strategis, mampu mengelola perubahan, mengelola keragaman, kemampuan untuk mendengarkan orang lain, dan berkolaborasi, serta membangun kepemimpinan. Kompetensi kepemimpinan tersebutlah yang diharapkan dapat membangun ketahanan nasional.
Menutup paparannya, Gubernur Lemhannas RI juga menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menganalisis, menyusun rencana, membuat keputusan dan mengkomunikasikan kepada masyarakat dengan efektif. “Punya cita-cita hebat, strategi yang tepat tapi jika tidak bisa dikomunikasikan dengan baik jangan harap akan berhasil,” tutupnya. (SP/CHP)





