Gubernur Lemhannas RI: Kesehatan Merupakan Pilar Utama Ketahanan Nasional
News & Article Tuesday, 07 April 2026, 15:00“Bangsa yang besar dan kuat bukanlah bangsa yang hanya memiliki kekuatan dan sumber daya yang hebat, tetapi ditopang oleh jaminan kesehatan yang berkualitas,” kata Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Hal tersebut disampaikan saat Gubernur Lemhannas RI menjadi narasumber pada Program Pembelajaran Kepemimpinan Manajer Utama Angkatan 4 BPJS Kesehatan, Selasa (7/4). Program tersebut diikuti oleh 21 manajer senior di lingkungan BPJS Kesehatan. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan materi tentang “Peran Pimpinan Visioner di Era Disrupsi Teknologi”.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI menekankan bahwa BPJS Kesehatan merupakan tulang punggung utama bagi pelayanan kesehatan. Berkaitan dengan hal tersebut, para peserta kegiatan sebagai manajer senior memiliki peran yang sangat strategis guna memastikan kehadiran negara dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Menurut Gubernur Lemhannas RI, para peserta kegiatan memiliki tugas yang fundamental. Sebuah negara tidak bisa mencapai kesejahteraan jika fondasi dasar rakyatnya, dalam hal ini kesehatan, tidak terpenuhi. “Di tangan Bapak Ibu sekalian, bangsa ini akan menjadi bangsa yang kuat, tangguh, berdaya saing serta memiliki kekuatan yang berdiri di tengah situasi global saat ini,” ucap Gubernur Lemhannas RI.
Kemudian Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa sebuah negara tidak mungkin menjadi negara besar jika tidak ada jaminan kesehatan yang baik. Jaminan kesehatan yang baik merupakan prasyarat menciptakan masyarakat yang cerdas, termasuk bagi Indonesia. Kesehatan menjadi prasyarat untuk mewujudkan Indonesia unggul. “Kita tidak mungkin menjadi negara besar kalau stunting masih jadi masalah. Stunting adalah masalah yang fundamental karena menyangkut kecerdasan yang dimiliki semua negara,” ujar Gubernur Lemhannas RI. Dengan demikian, Peran BPJS menjadi sangat penting untuk bisa memastikan agar kualitas kesehatan sumber daya manusia.
Selanjutnya Gubernur Lemhannas RI menyampaikan beberapa tantangan BPJS Kesehatan. Pertama, keberlanjutan pembiayaan yang dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan 35%. Kedua, transisi demografi yang memperkirakan jumlah penduduk lanjut usia akan mencapai 15% (aging population). Ketiga, ketimpangan akses pelayanan karena distribusi tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang masih belum merata. Keempat, disrupsi teknologi kesehatan yang menuntut BPJS menjadi organisasi digital berbasis data. Kelima, kepemimpinan dan SDM BPJS Kesehatan yang perlu diisi pengawak yang profesional. “Peran Bapak Ibu dituntut untuk bisa menunjukkan satu kepemimpinan yang kuat dalam memastikan agar layanan kesehatan yang diberikan adalah yang terbaik,” ucap Gubernur Lemhannas RI.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI juga menekankan pentingnya ekosistem jaminan kesehatan nasional menjadi agenda nasional. Kerja sama antarlembaga, sinergi antara negara, akademisi, komunitas, sektor, swasta, dan media dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih murah, inklusif, preventif, dan responsif dalam mewujudkan jaminan kesehatan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, Gubernur Lemhannas RI menekankan bahwa peran manajer utama BPJS Kesehatan sebagai kader pimpinan nasional harus visioner; transformatif; adaptif, memahami dinamika geopolitik global, dan memiliki karakter kebangsaan.
“Manajer Utama BPJS Kesehatan tidak hanya berorientasi pada jaminan kesehatan semata, akan tetapi harus memiliki visi mengembangkan pelayanan kesehatan sebagai kekuatan strategis bangsa,” pungkas Gubernur Lemhannas RI. (NA/CHP)

