Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Beri Ceramah Kepada Peserta P4N Angkatan Ke-69 Lemhannas RI
News & Article Wednesday, 08 April 2026, 15:00Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H. menyampaikan ceramahnya kepada peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) 69 di Ruang NKRI, pada Rabu (8/4). Pada kesempatan tersebut, Edwin menyampaikan materi tentang “Kebijakan Pembinaan Kuat TNI AL di Era Modern”.
“Membangun kekuatan TNI AL bukan sekedar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan strategis. Pembinaan kekuatan TNI AL bukan sekedar kebutuhan organisasi melainkan, agenda strategis nasional,” ujar Edwin. Hal tersebut didasari oleh tiga hal mendasar yang menempatkan laut sebagai determinan masa depan bangsa. Pertama adalah laut merupakan ruang kontestasi strategis yang ditandai rivalitas major powers, akselerasi teknologi militer, militerisasi kawasan, dan aktivitas grey zone.
Lalu yang kedua adalah laut merupakan ruang mutlak bagi kedaulatan RI sebagai negara kepulauan terbesar yang ada di persilangan dua samudra. Kemudian yang ketiga adalah pembinaan kekuatan TNI AL harus dipandang sebagai instrumen vital dalam mewujudkan visi poros maritim dunia. Edwin menegaskan bahwa pembinaan kekuatan TNI AL harus selaras dengan ketahanan nasional yang berpedoman pada delapan asta gatra serta mendukung arah pembangunan nasional dalam Asta Cita kedua, yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Lebih lanjut, Edwin menyampaikan beberapa tantangan pengamanan yurisdiksi laut, yakni pengamanan sea control, sea denial, maritime security dan naval diplomacy, lalu area kontestasi, seperti alur laut kepulauan Indonesia (ALKI), choke points dan perbatasan natuna, lalu adanya keterbatasan pangkalan aju fasilitas labuh dan dukungan pemeliharaan menghambat deployment berkelanjutan serta keterbatasan alat utama yang belum mampu mencakup seluruh wilayah yurisdiksi Indonesia.
Untuk mengatasi hal tersebut, upaya yang dilaksanakan TNI AL adalah melakukan kendali ruang laut, mengintegrasi sensor untuk common operational picture, membangun pangkalan aju untuk respons cepat dan pencegahan, memfokuskan anggaran untuk pemeliharaan dan life cycle support, melakukan operasi maritim terpadu ,dan memperkuat kapasitas alutsista (alat utama sistem senjata).
Selain tantangan tersebut, adapun tantangan sumber daya manusia (SDM) yang perlu dibina, yakni peningkatan kompetensi terhadap teknologi modern, mendistribusikan personel di wilayah strategis secara merata, meningkatkan literasi digital, dan mengasah kurikulum terhadap ancaman hibrida yang belum adaptif. Sejalan dengan hal tersebut, Edwin menyampaikan diperlukan adanya kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada hasil dengan memprioritaskan efisiensi sumber daya, penguatan SDM berbasis teknologi, dan percepatan kemandirian industri pertahanan guna mewujudkan TNI angkatan laut yang modern dan berdaya tangkal tinggi dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menutup ceramahnya, Edwin mengutip Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr. Opsla. yang diharapkan menjadi renungan seluruh peserta. “Sea Power adalah National Power, kekuatan laut sebagai fondasi utama eksistensi dan kejayaan negara maritim Indonesia,” ujarnya. (SP/CHP)

