Training of Trainers Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Pacu Pendidik Perkuat Karakter Generasi Muda

News & Article Tuesday, 23 June 2026, 12:00

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) kembali membuka kegiatan Pelatihan Untuk Pelatih/Training of Trainers (ToT) program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi angkatan ke-38 Tahun 2026 di Lapangan Tengah Lemhannas RI, pada Selasa (23/6). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. yang juga bertindak sebagai inspektur upacara.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 100 orang, terdiri dari 45 dosen, 30 guru, 19 widyaiswara dan 6 dari TNI/Polri. Selama 8 hari, peserta akan melaksanakan kegiatan klasikal di Lemhannas RI dan mancakrida di Lapangan Pusdikkes Puskesad Jakarta Timur.

Dalam sambutannya, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta karena telah memilih hadir di Lemhannas RI guna menunaikan panggilan memperkuat fondasi ideologi dan karakter bangsa di pundak para tenaga pendidik melalui nilai-nilai kebangsaan. Gubernur Lemhannas RI menyoroti tantangan global dan nasional, seperti lanskap dunia yang sedang mengalami guncangan, ketidakpastian geopolitik global, disrupsi teknologi, ancaman polarisasi sosial, penyebaran berita bohong (hoaks), degradasi moral hingga menipisnya rasa toleransi antar anak bangsa.

“Oleh karena itu, empat konsensus dasar bangsa, yaitu Pancasila, undang-undang Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan jangkar kebangsaan untuk menghadapi ombak zaman yang begitu dahsyat,” ujar Gubernur Lemhannas RI. Dikatakan bahwa empat konsensus dasar tersebut bukan sekadar peninggalan sejarah yang hanya dihafalkan, melainkan ideologi yang harus hidup, relevan, dan menjawab tantangan modernisasi global.

Sebagai tenaga pendidik yang merupakan arsitek peradaban, para pendidik berperan sebagai ujung tombak yang memegang kendali atas isi kepala dan hati penerus bangsa. Para pendidik diharapkan dapat mendidik anak-anak untuk tidak hanya cerdas intelektual tetapi memiliki karakter yang berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila. Di tangan para widyaiswara jugalah para aparatur sipil negara ditempa agar memiliki jiwa pengabdian dan nasionalisme yang murni dalam melayani publik.

Sejalan dengan hal tersebut, melalui kegiatan ToT angkatan ke-38, kapasitas peserta akan ditingkatkan untuk membumikan empat konsensus dasar agar menarik, kontekstual, dan menginspirasi Generasi Z dan Alpha yang sangat digital sentris. “Sehingga kelak kita akan berhasil melahirkan generasi pemenang yang siap membawa Indonesia keluar dari middle income trap dan bertransformasi menjadi negara maju, adil, dan makmur tepat pada usia satu abad kemerdekaan kita, Indonesia Emas 2045,” seru Gubernur Lemhannas RI.

Menutup sambutannya, Gubernur Lemhannas RI berharap pelatihan ToT dapat diikuti dengan penuh kedisiplinan dan kegembiraan serta menjadikan pelatihan sebagai ruang untuk saling bertukar pikiran, mempertajam analisis, dan memperkuat simpul jejaring kebangsaan. (SP/CHP)


Tag