Sestama Lemhannas RI: Ketahanan Nasional yang Tangguh, Jadikan Indonesia Bangsa Maju, Berdaulat, dan Bermartabat

News & Article Wednesday, 20 May 2026, 11:00

Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Lemhannas RI, Sekretaris Utama (Sestama) Lemhannas RI Komjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si. menyampaikan Orasi Kebangsaan di hadapan seluruh peserta dan tamu undangan dalam acara Syukuran HUT ke-61 Lemhannas RI di Ruang Dwi Warna Purwa, pada Rabu (20/5).HUT Lemhannas RI tahun ini mengusung tema “Transformasi Lemhannas RI: Memperkokoh Ketahanan Nasional untuk Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dalam orasinya, Panca Putra menekankan bahwa di tengah kompleksitas tantangan global saat ini, setiap bangsa dituntut untuk mampu beradaptasi dan memiliki ketahanan nasional yang kuat. “Dengan ketahanan nasional yang tangguh, melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta persatuan bangsa yang kokoh, maka Indonesia tidak hanya akan mampu bertahan di tengah perubahan global, tetapi juga tampil sebagai bangsa yang maju, berdaulat, dan bermartabat dalam percaturan dunia,” tegas Panca Putra.

Ia juga mengajak seluruh personel Lemhannas RI untuk merefleksikan perjalanan pengabdian Lemhannas RI sekaligus mendorong penguatan kelembagaan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Menurutnya, momentum HUT ini mengingatkan kembali akan arti penting ketangguhan dan kekuatan suatu bangsa yang dibangun melalui perjuangan, patriotisme, pemikiran negarawan, dan pengabdian yang tulus dalam mewujudkan tujuan nasional.

Lebih jauh, Panca Putra mengingatkan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dianugerahi kekayaan sumber daya alam, keanekaragaman hayati dan fauna, keragaman budaya, dan posisi geostrategis yang menguntungkan. Potensi besar tersebut menuntut hadirnya kepemimpinan nasional yang mampu mengelolanya secara bijak, adaptif, dan berkelanjutan. Dalam konteks inilah, Lemhannas RI hadir sebagai institusi strategis yang mendidik dan mempersiapkan pemimpin nasional yang berjiwa patriotik dan negarawan, memiliki kesadaran geopolitik, serta kemampuan berpikir strategis di tengah arus perubahan global yang berlangsung semakin cepat.

Panca Putra juga menjelaskan bahwa ketahanan nasional bukan sekadar konsep, melainkan cara pandang dan paradigma kebangsaan yang berakar kuat pada empat konsensus dasar bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Sesanti Bhinneka Tunggal Ika.

Ia menganalogikan ketahanan nasional sebagai “Pohon Ketahanan Nasional” yang harus tumbuh kokoh dan tegak berdiri sebagai penyangga utama dalam menjaga serta melindungi bangsa Indonesia demi terwujudnya tujuan nasional. Ketahanan nasional itu akan tegak apabila berlandaskan ideologi bangsa yang menghujam nilai-nilai kebangsaan, ditopang wawasan kebangsaan yang adaptif, serta mampu memetakan dan mengantisipasi setiap potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan terhadap kedaulatan, persatuan, serta keutuhan wilayah NKRI.

Guna merespons tantangan global yang semakin multidimensional,Lemhannas RI berkomitmen melakukan transformasi secara berkelanjutan di bidang pendidikan nasiona, melalui modernisasi sarana prasarana, penataan kurikulum, penguatan metodologi pembelajaran, hingga pengembangan ekosistem pendidikan strategis yang adaptif, interdisipliner, dan berorientasi pada masa depan bangsa.

Dalam fungsi pengkajian strategis, Lemhannas RI juga dituntut untuk menghasilkan kajian yang komprehensif, antisipatif, dan berbasis data sebagai bahan pertimbangan pimpinan nasional dalam perumusan kebijakan.

Di sisi lain, Lemhannas RI turut memikul tanggung jawab dalam memperkokoh ideologi kebangsaan di tengah meningkatnya tantangan disrupsi teknologi, disinformasi, polarisasi sosial, menurunnya kohesi sosial, serta penetrasi ideologi transnasional. Berbagai program kebangsaan akan terus dikembangkan dan dirancang ulang sesuai kondisi “kekinian”, khususnya dalam menghadapi perubahan demografi sosial.

Selain itu, pengembangan Laboratorium Pengukuran Indeks Ketahanan Nasional serta simulasi kebijakan publik juga menjadi tugas strategis yang terus diperkuat, tidak hanya sebagai indikator kinerja kelembagaan, tetapi juga instrumen strategis nasional dalam memberikan “early warning system” terhadap berbagai potensi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dapat memengaruhi ketangguhan bangsa.

Panca putra menambahkan bahwa pendekatan ketahanan nasional perlu dibangun secara komprehensif, tidak cukup hanya bertumpu pada doktrin Asta Gatra, melainkan harus mampu mengakomodasi dimensi-dimensi baru yang terus berkembang, seperti transformasi digital, big data, dan kecerdasan buatan, serta penguatan aspek hukum dan tata kelola global.

Menutup orasinya, Panca Putra menilai bahwa melalui berbagai terobosan strategis yang telah dan akan terus dijalankan, Lemhannas RI tidak hanya akan tetap relevan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dan pilar penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Usai orasi, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat tanah Lemhannas RI dan pemberian tali asih kepada keluarga pegawai Lemhannas RI. (SP/MA)


Tag