Lemhannas RI Tekankan Peran BUMN sebagai Pejuang Negara

News & Article Monday, 14 September 2026, 13:00

Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menerima audiensi dari PT Pertamina (Persero) di Ruang Tamu Gubernur, pada Senin (14/9). Audiensi tersebut dipimpin oleh Direktur SDM PT Pertamina (Persero) Andy Arvianto.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan isu energi baru dan terbarukan diangkat sebagai tema pendidikan P4N 70 Lemhannas RI. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan ditetapkannya berbagai aturan mengenai transisi menuju energi baru dan terbarukan. “Supaya calon-calon pemimpin ke depan memiliki awareness, ya kita harus mulai transformasi energi baru terbarukan di tahap ini,” ujar Gubernur Lemhannas RI.

Menanggapi hal tersebut, Andy menyampaikan bahwa Pertamina memiliki dual growth strategy yang diterapkan melalui pendekatan ambidextrous energy. Melalui strategi tersebut, bisnis yang sudah berjalan (legacy business), khususnya yang berkaitan dengan sumber daya migas, tetap didorong untuk berkembang. Namun, pada saat yang sama, pengembangan bisnis energi rendah karbon juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menuju transformasi energi.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pertamina New and Renewable Energy didirikan dan diarahkan sebagai bagian dari pengembangan bisnis energi baru dan terbarukan. Seiring perkembangan bisnis tersebut, kebutuhan terhadap kompetensi baru juga semakin meningkat. Andy juga menyampaikan kebutuhan pada tenaga ahli di bidang perdagangan karbon (carbon trading) yang mulai dikembangkan. Andy berharap hal tersebut bisa dikaji lebih dalam di Lemhannas RI.

Lebih lanjut, Andy membahas tentang penguatan sumber daya manusia (SDM) bagi jajaran Board of Directors(BOD) Pertamina, salah satunya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Gubernur Lemhannas RI menyambut baik hal tersebut. “Karena kan kita mengingatkan secara terus-menerus pentingnya bahwa BUMN itu juga adalah pejuang, bukan semata-mata cari untung gitu ya, pejuang dengan menjaga keseimbangan antara bisnis dengan tugas negara,” tegas Gubernur Lemhannas RI.

Adapun perjanjian kerja sama yang telah berjalan dinyatakan masih berlaku hingga 2028. Pada kesempatan tersebut juga dibahas upaya penguatan kerja sama pada tingkat holding menjadi penguatan nota kesepahaman (MoU). Dengan demikian, kerja sama yang telah berjalan secara teknis dapat memiliki payung hukum yang lebih kuat.

Hadir dari Pertamina pada kesempatan tersebut, SVP Pertamina Corporate University (PCU) Robby Rafid, VP Learning Management Pertamina Corporate University Rosalia Ambar Yuniarti, LSPG Manager Vinni Indrawati, President Director PT Pertamina Training & Consulting Muhammad Shabran Fauzani, dan Operation & Marketing Director PT Pertamina Consulting Yudi Somantri. (SP/CHP)


Tag