KPPD Angkatan Keempat Resmi Ditutup, Harapkan Pemimpin Daerah Bawa Perubahan bagi Daerah Masing-Masing
News & Article Friday, 11 September 2026, 13:00Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan ke-4 tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI, Kemendagri RI, dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) selama 10 hari sejak tanggal 2 sampai 11 September 2026 resmi ditutup oleh Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si di Ruang Dwi Warna Purwa, pada Jumat (11/9). Kegiatan KPPD tersebut mengangkat tema “Pemantapan Pimpinan Daerah Yang Berkarakter, Berwawasan Global dan Tangguh Menghadapi Uncertainty serta Disrupsi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045”.
Disampaikan oleh Gubernur Lemhannas RI bahwa kegiatan KPPD Angkatan ke-4 bertujuan agar kecintaan peserta terhadap bangsa dan negara semakin besar, dan bukan sekedar visi pengetahuan melainkan aksi konkret yang bisa ditunjukkan bahwa membangun daerah adalah bagian dari membangun negeri. Peserta tidak hanya diajak memahami cara mengelola pemerintahan daerah, tetapi melihat daerah dalam perspektif yang lebih luas, yakni daerah sebagai bagian integral dari sistem nasional dan sebagai bagian dari dinamika lingkungan strategis global.
Lebih dari itu, peserta akan dibentuk sebagai pemimpin yang memiliki cakrawala pandangan jauh ke depan. “Pemimpin tidak boleh hanya menyelesaikan persoalan hari ini. Pemimpin harus mampu membayangkan seperti apa daerahnya, (dan) negaranya sepuluh, dua puluh, bahkan tiga puluh tahun yang akan datang, serta mulai menyiapkan fondasinya sejak sekarang,” ujar Gubernur Lemhannas RI.
Melalui pendidikan dari Lemhannas RI, diharapkan pesertanya mampu membaca perubahan, mengantisipasi masa depan, dan mengambil keputusan untuk kepentingan generasi yang akan datang. Oleh karena itu, wawasan global dan kemampuan strategis tersebut harus selalu didasari oleh karakter kebangsaan yang kuat.
Selain materi dari BPSDM Kemendagri RI dan PYC, materi KPPD juga diperkaya dengan pengalaman mancanegara, antara lain melalui pembelajaran dari para akademisi Lee Kuan Yew School of Public Policy serta para ahli lainnya dari Singapura. Dari pembelajaran tersebut, diharapkan peserta sebagai pemimpin daerah mampu belajar dari praktik kepemimpinan terbaik di dunia, membandingkannya secara kritis, dan kemudian mengadaptasikannya sesuai dengan kebutuhan dan karakter di daerah yang dipimpin.
“Komitmen kita bersama harus bisa memastikan agar semua daerah punya kemampuan teknokratis, terutama pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki serta sumber daya manusia unggul,” ujar Gubernur Lemhannas RI. Menurut Gubernur Lemhannas RI, keberhasilan seorang pemimpin daerah tidak hanya diukur dari seberapa baik pemimpinnya dalam memahami konsep, melainkan seberapa nyata perubahan yang dirasakan masyarakat, baik pelayanan publik, ekonomi, dan pembangunan daerahnya.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Dalam Negeri, BPSDM, seluruh jajaran Lemhannas RI, para akademisi dan narasumber, serta PYC yang telah memberikan dukungan penting dalam penyelenggaraan program KPPD Angkatan ke-4. Gubernur Lemhannas RI berharap kerja sama tersebut terus terbangun serta dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan.
“Jangan pulang hanya membawa sertifikat. Pulanglah membawa gagasan. Jangan hanya membawa pengalaman. Bawalah perubahan. Bangun daerah saudara dengan inovasi, kelola dengan integritas, pimpin dengan keteladanan, dan berpikirlah jauh ke depan,” pungkas Gubernur Lemhannas RI mengakhiri sambutannya.
Peserta KPPD Angkatan Keempat berjumlah 23 orang, dengan perincian 18 Bupati dari Raja Ampat, Sorong, Asmat, Waropen, Tolikara, Fakfak, Bangkalan, Magetan, Bulungan, Sumba Timur, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Seram Bagian Barat, Simalungun, Siak, Kolaka, Konawe Selatan, dan Wakatobi, serta 5 Wali Kota dari Kupang, Banjarbaru, Banjarmasin, Tual, dan Pematangsiantar. (SP/CHP)


