Universitas Trisakti Diharapkan Jadi Pionir Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045
News & Article Thursday, 27 August 2026, 15:00
Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menyampaikan kuliah umum pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus A, Universitas Trisakti, pada Kamis (27/8). Kuliah umum tersebut disampaikan dalam rangka Lemhannas Goes to Campus yang merupakan program pemantapan nilai-nilai kebangsaan Lemhannas RI.
Mengawali paparannya, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan kegiatan PKKMB bukan hanya sekadar pengenalan terhadap dunia kampus, melainkan gerbang menuju komunitas akademik untuk mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan berkarakter kebangsaan dalam menyongsong Indonesia emas 2045. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI turut mengungkapkan bahwa Universitas Trisakti telah menjadi bagian dari Sejarah Indonesia dan menjadi simbol keberanian mahasiswa yang turut mengantarkan Indonesia ke era reformasi tahun 1998.
“Maka hari ini perjuangan adik-adik harus dilakukan melalui ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, kewirausahaan, ruang digital yang sehat, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Gubernur Lemhannas RI. Menurutnya, keberanian dapat diwujudkan dalam berpikir kritis, berintegritas tinggi, menolak hoaks dan disinformasi, mampu melawan korupsi, dan menjaga persatuan. Gubernur Lemhannas RI berharap seluruh mahasiswa yang hadir tidak hanya menjadi pewaris Sejarah Trisakti, melainkan penerus sejarah Trisakti yang turut memberikan kontribusi bagi Indonesia.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan akar budayanya. Oleh karena itu, jati diri bangsa harus tercermin dalam nilai yang kita yakini dan perilaku yang dijalankan. Jati diri tersebut berasal dari nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, musyawarah, toleransi, keadilan, persatuan, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.
Mahasiswa yang menjadi bagian dari generasi muda diharapkan memiliki karakter bela negara, yang artinya bersedia hidup, belajar, bekerja, dan berkarya untuk membuat negara Indonesia menjadi lebih baik. “Ketika adik-adik mampu menunjukkan prestasinya, mampu membawa nama baik Trisakti di kancah internasional, itu juga adalah bela negara,” kata Gubernur Lemhannas RI.
Jati diri bangsa dan karakter bela negara yang harus tertanam di diri generasi muda bertujuan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul bagi Indonesia. Cita-cita besar Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan dunia pada 2045 melalui kemajuan ekonomi, teknologi, dan pembangunan infrastruktur modern, tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik dan inovasi, melainkan SDM yang unggul. SDM unggul tersebut harus memiliki kompetensi, berkarakter kuat, berintegritas tinggi, memiliki kecerdasan berpikir, dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa mahasiswa membutuhkan resilience, yakni kemampuan untuk mengantisipasi, menghadapi guncangan, beradaptasi, bangkit, dan menjadi lebih kuat setelah menghadapi krisis. Indonesia di tahun 2045 akan berusia satu abad, Gubernur Lemhannas RI berharap kepada seluruh mahasiswa Universitas Trisakti dapat berada di garis depan perjalanan bangsa. “Jadilah mahasiswa yang membanggakan almamater. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi sesama, dan jadilah generasi yang memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” tutur Gubernur Lemhannas RI.
Menutup kuliah umumnya, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rektor Universitas Trisakti beserta jajaran dan berharap Universitas Trisakti menjadi pionir perubahan dan pusat pembentukan karakter kebangsaan dalam menyongsong Indonesia emas 2045. (SP/CHP)



