Sestama Lemhannas RI: Tegaknya Bangsa Terwujud Karena Ketahanan Nasional
News & Article Tuesday, 13 January 2026, 12:00
“Bangsa ini tidak bisa berdiri tegak mewujudkan cita-cita kalau tidak punya ketahanan nasional,” kata Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Sestama Lemhannas RI) Komjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si. Hal tersebut disampaikan pada materi Pengenalan Lembaga kepada Peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) 69 Lemhannas RI bertempat di Ruang NKRI pada Senin (28/7).
Lemhannas RI merupakan lembaga yang menyatukan seluruh anak bangsa. Lemhannas RI didirikan tanggal 20 Mei 1965 oleh Presiden Pertama Bung Karno. Lemhannas RI didirikan karena perkembangan dunia yang mengharuskan adanya integrasi dan kerja sama antara sektor sipil dan militer guna mewujudkan ketahanan nasional.
Dikatakan oleh Sestama Lemhannas RI, ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala AGHT (ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan) baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara, serta perjuangan mencapai tujuan nasional. Oleh karena itu, peserta P4N 69 yang akan menempuh pendidikan di Lemhannas RI akan diajarkan paradigma ketahanan nasional.
Ketahanan nasional digambarkan sebuah pohon yang bisa berdiri tegak dan mampu memberikan manfaat jika ditopang dengan akar yang kuat, yakni empat konsensus dasar bangsa (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Jika akar tersebut kuat, maka akan menghasilkan tunas baru, yakni geopolitik, geostrategi, kewaspadaan nasional dan sistem manajemen nasional.
Geopolitik dipengaruhi oleh geostrategi yang terdiri dari delapan gatra, yaitu demografi, geografi, sumber kekayaan alam, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Sestama Lemhannas RI menyampaikan bangsa Indonesia tidak dapat berdiri sendiri dan dipengaruhi oleh perkembangan global, kondisi tanah air serta aspek geostrategi yang akan melahirkan kewaspadaan nasional. Kemudian, seluruh kepentingan bangsa akan disatukan oleh sistem manajemen nasional dalam merumuskan sebuah kebijakan. Keempat hal tersebut akan peserta P4N 69 pelajari selama menempuh pendidikan di Lemhannas RI. “Cara memahaminya adalah dengan wawasan kebangsaan,” ujar Sestama Lemhannas RI.
Selanjutnya, Sestama Lemhannas RI menyampaikan tiga karakter pimpinan nasional, yakni negarawan dan memahami nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa, berpikir strategis dan memiliki wawasan geopolitik dan pengaruhnya terhadap ketahanan nasional serta mampu menyusun program dalam rangka menyumbangkan pemikiran solutif dan inovatif guna mewujudkan Indonesia emas 2045. Disampaikan juga oleh Sestama Lemhannas RI tugas-tugas Lemhannas RI yang terdiri dari menyelenggarakan pendidikan penyiapan kader dan pemantapan pimpinan tingkat nasional, menyelenggarakan pengkajian, menyelenggarakan pemantapan nilai-nilai kebangsaan, dan melakukan pengukuran indeks ketahanan nasional.
Menutup paparannya, Sestama Lemhannas RI berpesan kepada peserta sebagai calon pimpinan nasional harus bisa menyiapkan generasi muda untuk menghadapi masa depan. Untuk mencapai hal tersebut, kerja sama dan kolaborasi antar sektoral diperlukan. “Teamwork adalah kunci untuk mencapai kesuksesan,” tutupnya. (SP/CHP)




