Gubernur Lemhannas RI Sampaikan Ceramah Ketahanan Nasional di Masjid Salman ITB
News & Article Tuesday, 10 March 2026, 14:00Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menyampaikan ceramah dalam kegiatan Salat Tarawih bulan Ramadan 1447 H di Masjid Salman ITB, pada Selasa (10/3). Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan jamaah yang terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, profesional muda, alumni, tokoh masyarakat, dan jamaah umum.
Dalam ceramahnya, Gubernur Lemhannas RI mengangkat tema “Ketahanan Nasional dan Kepemimpinan Berbasis Nilai”. Gubernur Lemhannas RI menegaskan pentingnya ketahanan nasional sebagai fondasi utama keberlangsungan suatu bangsa. Ia menyampaikan bahwa tema tersebut sangat relevan untuk terus digaungkan di berbagai ruang, termasuk di lingkungan masjid.
“Kenapa ketahanan nasional itu penting dan harus terus menerus kita gaungkan? karena keberlanjutan suatu bangsa, kemajuan suatu bangsa, fondasi pokoknya adalah bangsa itu memiliki ketahanan dan daya survive yang tinggi ketika menghadapi berbagai tantangan,” jelasnya.
Beliau menjelaskan bahwa konsep ketahanan nasional juga tercermin dalam ajaran Al-Qur’an, salah satunya melalui doa Nabi Ibrahim yang memohon agar suatu negeri diberikan keamanan dan kecukupan rezeki. Selain itu, dalam Surat Quraisy juga disebutkan pentingnya rasa aman dan terpenuhinya kebutuhan dasar manusia. “Rasa aman, menciptakan ketahanan pangan, orang tidak merasa lapar, orang tidak merasa takut itu merupakan bagian dari menjaga ketahanan suatu bangsa,” jelasnya.
Gubernur Lemhannas RI juga menekankan bahwa tanpa rasa aman, berbagai aktivitas penting seperti ibadah, pendidikan, hingga pembangunan ekonomi tidak dapat berjalan optimal. Oleh karena itu, ketahanan nasional menjadi prasyarat utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Ia juga menyebutkan bahwa ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan kekuatan militer, tetapi mencakup berbagai aspek kehidupan bangsa.
Ketahanan nasional dipandang sebagai instrumen penting untuk mencapai kesejahteraan. Hal ini sejalan dengan kaidah ushul fiqih yang menyatakan bahwa sesuatu yang menjadi syarat tercapainya tujuan, maka hukumnya menjadi wajib untuk diwujudkan. Maka dengan menjaga stabilitas keamanan, politik, ekonomi, dan ideologi merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.
Menutup ceramahnya, beliau menyampaikan harapan agar Indonesia senantiasa menjadi negara yang aman, sejahtera, dan makmur. “Semoga negara kita menjadi negara yang selalu dijaga oleh Allah SWT, menjadi negara yang aman, negara yang sejahtera, negara yang makmur, sebagaimana Al-Qur’an menyebutnya sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” sebutnya.
Melalui ceramah tersebut, diharapkan seluruh jamaah dapat semakin memahami pentingnya ketahanan nasional serta kepemimpinan berbasis nilai dalam mewujudkan kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai. (IS/MA)



