Perkuat Kerja Sama Strategis Global, Gubernur Lemhannas RI Terima Courtesy Call ICCA RAS
News & Article Tuesday, 31 March 2026, 15:00
Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menerima kunjungan delegasi Institute of China and Contemporary Asia of the Russian Academy of Sciences (ICCA RAS) di Ruang Tamu Gubernur, pada Selasa (31/3). Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Director of the ICCA RAS Prof. Dr. Kirill Babaev ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang penelitian, geopolitik, dan ekonomi global.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan pentingnya kolaborasi antarlembaga strategis dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Sebagai lembaga strategis, Lemhannas RI memiliki peran penting dalam memberikan analisis kepada Presiden terkait ketahanan nasional, mencakup aspek geopolitik, geoekonomi, dan keamanan, sekaligus berperan dalam mencetak kader pimpinan nasional dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Prof. Dr. Kirill Babaev hadir bersama dua peneliti senior ICCA RAS, Elena Burova dan Aleksandr Popov. Sebagai lembaga riset terkemuka di Rusia, ICCA RAS berfokus pada kajian komprehensif kawasan Asia, meliputi aspek politik, ekonomi, hingga hubungan internasional, serta berperan strategis dalam memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah Rusia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan berbagai peluang kerja sama jangka panjang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran informasi strategis, hingga penyelenggaraan forum diskusi dan seminar internasional. Prof. Kirill Babaev menekankan urgensi penguatan kemitraan strategis antarlembaga sebagai respons terhadap perubahan lanskap global. “Rusia saat ini semakin berorientasi ke Asia, sehingga kami membutuhkan lebih banyak mitra strategis di kawasan, termasuk Indonesia. Kerja sama ini menjadi sangat penting untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik kedua negara,” ujarnya.
Merespons hal tersebut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan harapannya agar pertemuan ini tidak berhenti pada tataran diskusi saja, melainkan berlanjut pada langkah-langkah konkret yang berdampak nyata.
“Kami berharap setelah pertemuan ini, akan ada tindak lanjut konkret seperti seminar bersama, pertukaran peneliti, serta penyusunan kajian strategis yang dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah kedua negara,” ujar Gubernur Lemhannas RI.
Kedua pihak juga menyoroti pentingnya kerja sama dalam kerangka multilateral seperti BRICS dan ASEAN, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Kolaborasi antarnegara dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga stabilitas dunia.
Selain itu, isu ketahanan energi dan kerja sama ekonomi turut menjadi salah satu fokus pembahasan. Kedua pihak melihat potensi besar untuk mengembangkan kerja sama di sektor energi, baik energi konvensional maupun energi terbarukan, demi mendukung stabilitas dan keberlanjutan ekonomi di masing-masing negara.
Sebagai langkah konkret, kedua institusi sepakat untuk menjajaki pembentukan forum bersama yang melibatkan para ahli dan peneliti dari kedua negara. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk membahas isu-isu global secara lebih mendalam, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan perspektif antara Indonesia dan Rusia.
Melalui pertemuan ini, diharapkan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia semakin kokoh, tidak hanya pada level diplomasi, tetapi juga dalam kerja sama akademik dan strategis. Sinergi antara lembaga riset dan institusi negara menjadi langkah penting dalam menciptakan kebijakan yang adaptif, serta mampu menjawab tantangan global secara berkelanjutan. (ZA/MA)



